Minggu, 5 April 2026

Pemprov NTT Bantu Bangun Rumah Keluarga Siswa SD NTT Korban Kemiskinan

Penulis : Hairul Rahman
4 Feb 2026 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Gubernur NTT Melki Lala Lena. (Foto: B-Universe/ Hairul Rahman)
Gubernur NTT Melki Lala Lena. (Foto: B-Universe/ Hairul Rahman)

KUPANG, investor.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada agar segera memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh keluarga korban YBR (10) siswa SD di Kabupaten Ngada yang meninggal dunia gantung diri di Pohon Cengkeh pada 29 Januari 2026. 

"Sejak awal peristiwa ini terjadi, kita sudah berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan bagi keluarga korban. Dan saya juga pastikan kami dari Pemprov NTT akan membangun rumah layak huni agar pantas ditempati oleh keluarga korban," ungkap Gubernur NTT Melki Lala Lena ketika dikonfirmasi B-Universe, Rabu (4/2/2026). 

Menurut Gubernur NTT, Pemprov NTT juga akan memastikan sistem social security net atau jaring pengaman sosial yang harus dibangun bersama. 

"Social security net selama ini yang sudah dibangun sedemikian rupa tapi belum menjangkau seperti ini, ke depan kita akan menambah lagi sebuah sistem baru, mudah-mudahan bisa memperkuat sistem yang sudah ada," katanya. 

Advertisement

Gubernur NTT menyebutkan, dari peristiwa ini yang perlu dibenahi adalah memperbaiki sebuah sistem pengaman sosial yang memastikan bahwa kejadian seperti ini harus bisa dideteksi sejak pertama dan harus dibantu. 

"Saya tadi sedang memikirkan seperti yang saya lihat dibeberapa negara itu di luar yang sudah dibuat baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota. Tapi kita juga membutuhkan respon cepat semacam pengumpulan dana sosial untuk membantu cepat tidak melalui birokrasi," katanya. 

Ia berharap, agar sistem pendataan seluruh masyarakat miskin di NTT jangan sampai lagi menjadi masalah. 

"Ini saja saya tau kependudukan mereka tidak ditopang dengan baik. Dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata Adminitrasi Kependudukan (Adminduk) keluarga korban belum diamankan. Sehingga saya minta Adminduk keluarga korban segera diselesaikan. Kalau mereka tidak mendapat bantuan sosial karena persoalan Adminduk ini cuma soal kertas dan segera diberesin. Kedalam itu semua masyarakat munkin harus masuk data," jelas Gubernur NTT. 

Sinkronisasi Data dan Urgensi Sistem Respon Cepat Sosial

Tragedi yang menimpa YBR di Kabupaten Ngada menyingkap sebuah persoalan fundamental dalam birokrasi kemiskinan di Indonesia: hambatan administratif yang memutus akses bantuan bagi warga paling rentan.

Seringkali, skema bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah tidak dapat tersalurkan hanya karena persoalan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang tidak mutakhir atau perpindahan domisili yang tidak tercatat secara resmi.

Dalam kasus ini, ketidaksinkronan data kependudukan antara wilayah asal dan wilayah domisili baru menjadi penghalang bagi keluarga korban untuk masuk ke dalam basis data jaring pengaman sosial.

Langkah Gubernur NTT untuk menginisiasi sistem pengumpulan dana sosial non-birokratis merupakan upaya untuk memotong jalur birokrasi yang kaku dalam situasi darurat. Di wilayah dengan karakteristik geografis dan sosial seperti NTT, deteksi dini terhadap keluarga yang mengalami krisis ekonomi sangat bergantung pada kepekaan struktur pemerintahan terkecil serta validitas data yang terintegrasi.

Perbaikan sistem social security net yang lebih responsif diharapkan tidak hanya memberikan bantuan fisik seperti rumah layak huni. Tetapi juga memastikan tidak ada lagi warga negara yang seakan terlupakan oleh sistem, hanya karena persoalan dokumen kertas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 45 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 58 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 58 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia