Minggu, 5 April 2026

Siswa NTT Bunuh Diri karena Kemiskinan, Komisi VIII DPR Usulkan Bansos Anak

Penulis : Ilham Oktafian
4 Feb 2026 | 16:30 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko. (Foto: ANTARA/ HO-DPR)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko. (Foto: ANTARA/ HO-DPR)

JAKARTA, investor.id – Komisi VIII DPR mengusulkan adanya dana bantuan sosial (bansos) khusus untuk anak-anak. Usulan tersebut disampaikan merespons kematian tragis YBR (10), bocah yang mengakhiri hidupnya di kebun neneknya di Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi mungkin hal yang memang kita evaluasi nanti misalkan kebijakan untuk bansos itu bagaimana, apakah itu nanti apakah perlu ada perubahan di pemberian," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko kepada wartawan di Kompleks DPR/ MPR pada Rabu (4/2/2026).

"Karena kadang-kadang bansos itu kadang-kadang salah sasaran juga. Harusnya ke anak, untuk anak atau bagaimana," imbuhnya.

Singgih menyebutkan, pihaknya masih menemukan dana bansos tak tepat sasaran, khusunya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal tersebut menyebabkan keluarga yang seharusnya menerima bansos malah tak mendapatkannya.

Advertisement

Oleh sebab itu, dia meminta Kementerian Sosial untuk mengevaluasi skema penyaluran bansos. Rencananya, kata Singgih, Komisi VIII DPR bakal memanggil Kementerian Sosial untuk membahas hal tersebut.

"Kita jadwalkan minggu depan," kata dia.

Sebelumnya, tragedi memilukan menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Bocah kelas IV SD berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026).

Celah Distribusi Bansos dan Kerentanan Anak di Wilayah Terpencil

Usulan pembentukan dana bantuan sosial (bansos) khusus anak muncul sebagai kritik terhadap efektivitas skema bantuan yang ada saat ini, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Meskipun PKH memiliki komponen untuk anak sekolah, sering kali penggunaan dana tersebut sepenuhnya dikelola oleh kepala keluarga tanpa jaminan pemenuhan kebutuhan spesifik anak, seperti alat tulis atau kebutuhan gizi harian.

Di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kabupaten Ngada, kendala geografis dan buruknya pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sering kali membuat keluarga yang berada di garis kemiskinan ekstrem justru terlewat dari jaring pengaman pemerintah.

Tragedi yang menimpa YBR menjadi pengingat pahit kemiskinan struktural tidak hanya berdampak pada daya beli keluarga, tetapi juga menyerang kondisi psikologis anak-anak yang berada dalam situasi rentan. Sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah serta pengawasan distribusi menjadi krusial agar bantuan benar-benar sampai ke tangan individu yang membutuhkan.

Reformasi skema bansos yang lebih "pro-anak" diharapkan mampu memberikan perlindungan langsung yang lebih spesifik, sehingga pendidikan dasar anak tidak lagi terhambat oleh hambatan ekonomi yang sifatnya sangat mendasar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 45 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 58 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 58 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia