Ahmad Muzani Tegaskan Prabowo Dapat Keluar dari Dewan Perdamaian Kapan Saja
JAKARTA, investor.id – Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan, Presiden Prabowo Subianto tidak menjadikan Indonesia sebagai anggota permanen Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menuru Muzani, Prabowo bisa saja menarik keanggotan Indonesia dari BoP kapan pun. Namun keputusan tersebut sejauh ini belum diambil oleh kepala negara.
"Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh presiden. Kita bisa saja kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama," kata Muzani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Muzani menekankan, maksud dan tujuan Indonesia bergabung BoP murni untuk mempercepat proses kemerdekaan, pembangunan, rekonstruksi, dan rehabilitasi Palestina.
Namun, keanggotaan Indonesia di BoP kembali mendapat sorotan tajam seiring serangan penggagas dewan tersebut, Amerika Serikat (AS), ke Iran. Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah melakukan operasi militer bersama Israel untuk menyerang Iran.
Dalam video berdurasi delapan menit di platform Truth Social milik Trump, Sabtu (28/2/2026), ia menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghilangkan ancaman nyata dari Iran.
Eskalasi militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mengakibatkan konfrontasi ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Konflik yang terus berlanjut ini telah menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka-luka, dengan Iran menjadi wilayah dengan jumlah fatalitas tertinggi di antara negara-negara yang terdampak.
Imbas eskalasi tersebut, sejumlah pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mendesak pemerintah agar keluar dari BoP. Di tengah situasi Timur Tengah yang memanas, Prabowo mengundang para tokoh bangsa untuk berdialog dalam rangka enyikapi dinamika geopolitik di Istana Negara, Selasa (3/2/2026).
Para tokoh bangsa yang hadir saat itu antara lain Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Selain itu, direncanakan hadir Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin dan Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, hingga mantan menteri luar negeri.
Muzani mengatakan, Presiden Prabowo telah menerima banyak masukan dari para tokoh bangsa. Kepala negara disebut akan mengambil keputusan demi mendukung perdamaian dunia, serta terjaganya persatuan dan soliditas nasional.
"Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau dijadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan," pungkas Muzani.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






