Minggu, 5 April 2026

Demokrasi untuk Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
6 Mar 2026 | 13:39 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Kanan) saat menghadiri peluncuran buku "Menggugat Republik" karya Syahganda Nainggolan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026). (Foto: Great Institute )
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Kanan) saat menghadiri peluncuran buku "Menggugat Republik" karya Syahganda Nainggolan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026). (Foto: Great Institute )

JAKARTA,Investor.id -Demokrasi tidak hanya berhenti pada proses politik, tetapi juga harus menghasilkan kesejahteraan ekonomi yang merata. Maka dari itu, distribusi hasil pembangunan yang lebih adil, serta kebijakan yang mampu memperkuat kembali basis industri nasional menjadi penting. 

Hal tersebut mengemuka dalam seminar nasional dan peluncuran buku “Menggugat Republik” karya Syahganda Nainggolan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026). Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerangkan, demokrasi juga meniscayakan keadilan, terutama keadilan ekonomi. “Pembangunan yang tidak diiringi distribusi manfaat yang adil berpotensi menggerus kohesi sosial,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (6/3/2026). 

Dasco mengatakan, banyak orang bertanya berapa lama Presiden Prabowo Subianto harus diberi waktu untuk menunaikan janji-janjinya. Namun menurutnya, pertanyaan yang lebih penting justru sebaliknya. “Berapa lama waktu yang diperlukan agar masyarakat sipil bersatu, menguatkan persatuan nasional, agar Prabowo punya waktu menunaikan janji-janjinya?” kata dia.

ADVERTISEMENT

Menurut Dasco, pemerintah saat ini juga menghadapi warisan persoalan struktural, termasuk izin pertambangan yang dinilai tidak memberi manfaat bagi negara. “Kalau ada IUP tapi tak memberi keuntungan pada negara, pemerintah cabut,” terang dia. 

Salah satu pembicara yang hadir, Rocky Gerung menerangkan, kebijakan memang harus selalu diinterupsi agar ia tidak menjadi monolitik. Dia menerangkan, istilah Prabowonomics kini telah menjadi genre baru dalam perdebatan ekonomi politik Indonesia. “Tugas intelektual adalah membedahnya. Bahkan mungkin mempertengkarkannya. Kalau 70% anggota kabinet tidak mengerti Prabowonomics, itu masalah rekrutmen,” papar Rocky. 

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, kontribusi sektor industri terhadap PDB Indonesia terus menurun. Dia menyebutkan, dulu sekitar 30%  sekarang tinggal sekitar 18%. Oleh karena itu, gagasan Prabowonomics sebagai peluang untuk menghidupkan kembali industrialisasi nasional. “Saya menyebutnya MIIGA—Make Indonesia Industry Great Again,” ucap Jumhur. 

Sementara itu,  Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan garis ideologis Prabowo dalam ekonomi kerakyatan. “Prabowonomics tidak bisa dipisahkan dari pemikiran sosialistis Pak Soemitro dan Pak Margono,” kata dia. 

Menurut Ferry, salah satu wujud konkret gagasan tersebut adalah pengembangan koperasi desa. “Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi jalan agar kehidupan warga lebih baik,” ucap dia. 

Buku yang Menggugat
Buku “Menggugat Republik” mencoba membedah arah demokrasi Indonesia sekaligus menawarkan kerangka ide yang oleh penulisnya disebut Prabowonomics. Syahganda membuka paparannya dengan nostalgia politik, sekaligus pengakuan ideologis terhadap almamaternya. “Kami digodok di sini (ITB). Para aktivis yang dibentuk di kampus ini tak pernah gentar untuk terus berjuang membela kebenaran. Kami dipupuk oleh pemikiran dan ideologi kerakyatan Soekarno,” ujar dia. 

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur Great Institute ini, gagasan kerakyatan itulah yang ia lihat kembali dalam kepemimpinan Presiden Prabowo. “Cuma Soekarno dan Prabowo yang saya rasakan sebagai pemimpin dengan ideologi kerakyatan yang kuat. Hingga di atas 70 tahun usianya, jiwa kerakyatan Prabowo tidak pernah bisa diragukan,”  papar dia. 

Di salah satu bagian buku itu tertulis kalimat yang kemudian banyak dikutip dalam diskusi: “Republik harus terus digugat agar tidak kehilangan jiwanya—jiwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat.” Buku tersebut, kata Syahganda, dimaksudkan bukan sekadar kritik, tetapi juga tawaran gagasan mengenai arah pembangunan ekonomi nasional yang berpijak pada keadilan sosial. 

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia