Minggu, 5 April 2026

SARJONO SUTRISNO, Memaknai Hidup Lewat Film

Penulis : Oleh Mardiana Makmun
2 Aug 2013 | 15:08 WIB
BAGIKAN

Ada banyak hal yang bisa menjadi media bagi seseorang untuk belajar dan memaknai hidup. Bagi Sarjono Sutrisno, bisnis film yang belum lama digelutinya, sekaligus menjadi tempatnya belajar banyak tentang kehidupan dan memaknainya untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

“Saya bikin flm untuk entertainment. Memang gak harus selalu ada pesan, tetapi ada realitas yang bisa disampaikan dari film itu dan bisa jadi pelajaran bagi kita,” kata Sarjono kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Dibanding sineas lain, Sarjono memang terbilang pendatang baru di industri film nasional. Sekembalinya dari kuliah di Kanada pada 2002, dia tak langsung masuk ke dunia film, tetapi justru terjun ke bidang periklanan. Tapi, hobi sebagai penikmat dan menonton film mengusiknya. Secara otodidak, dia pun pelajarinya.

Dan, tahun 2009 menjadi tahun yang baru baginya. Pada tahun itu, ia beranikan diri memproduseri film komedi berjudul Jinx lewat perusahaan film yang didirikannya, Skylar Picture. Dalam beberapa tahun saja, bisnisnya berkembang menjadi Aletta Pictures, Aletta Concerts Skylar TV, Stromotion, D’Color Films, Trilogy Live, Skylar Comics, dan Aletta Int Talent, yang tergabung dalam induk perusahaan bernama Stro World.

Sementara itu, Skylar sudah memproduksi enam film layar lebar, yaitu Jinx, Setan Facebook, Tebus, Surat Kecil untuk Tuhan, The Witness, Hasduk Berpola, dan dua film lagi yang sedang dalam proses produksi. Skylar mulai menarik perhatian public Indonesia ketika film Surat Kecil untuk Tuhan meraih nominasi Piala Citra untuk aktor dan aktris terbaik yang dibintangi Alex Komang.

“Film ini dibuat supaya seluruh Indonesia tahu dan belajar tentang arti hidup ini dari seorang anak berumur 13 tahun, yang pengidap Rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak),” ungkap lelaki kelahiran tahun 1975 ini.

Film lainnya, Hasduk Berpola, mengangkat kisah anak desa yang tak mampu membeli perlengkapan Pramuka. Dengan kreatif, sang kakak membuat hasduk dari seprei. Tentu saja, hasduk itu berpola. Yang terbaru, film Guardian masih diproduksi. Film yang kabarnya berbiaya Rp 12 miliar dan penuh dengan aksi tembak-tembakan dan efek visual layaknya film Hollywood tersebut mengangkat cerita soal pengorbanan seorang ibu untuk anaknya.

Film ini dibintangi aktor papan atas, seperti Tio Pakusadewo hingga bintang Hollywood, Sarah Carter, yang bermain di Final Destination 2, The Vow, dan Falling Skies. “Semua orang pasti sayang anaknya dan orang akan nyambung dengan situasi ini,” ujar Sarjono memberikan alasan, mengapa belakangan gemar mengangkat film bertema anak-anak.

Berbagi untuk Anak-anak
Ayah dari Jaythaneal Skylar Sutrisno dan Jadrianna Aletta Sutrisno itu memang suka dan mencintai anak-anak. Di sela waktunya, Sarjono suka mengajak putra dan putrinya melakoni hobinya bermain jetski di Ancol. Di luar itu, Sarjono hobi dengan snowboard, fotografi, motor, dan mobil.

Kasih sayang itu tak hanya dicurahkan kepada putra-putrinya. Melalui Yayasan Maria Monique Last Wish, Sarjono kerap memberikan perhatian kepada anak-anak yang kurang beruntung. Belum lama ini, bersama Sarah Carter dan tim dari Skylar Picture, dia membagikan hadiah bagi anak-anak nelayan yatim Muara Angke di bawah jembatan layang Kemayoran. Dia juga memberikan kesempatan anak-anak tersebut menonton syuting Sarah Carter. “Saya hanya ingin berbagi kepada anak-anak itu,” kata dia.

Kembali ke film. Tak hanya di Indonesia, kiprah Sarjono di film juga merambah Filipina. Di sana, ia memproduseri film The Witness pada 2012. The Witness dibuat atas kerja sama Skylar Pictures dengan GMA Films Dan Network, yang dibintangi aktris terkenal asal Philipina, Gwen Zamora. The Witness menjadi langkahnya masuk ke bisnis film di kawasan Asia. “Saya bikin film untuk menghibur orang. Tapi, kalau film yang saya buat di luar negeri bisa mengharumkan nama Indonesia, ya akan lebih baik,” ujarnya.

Selain film, Sarjono juga tengah memproduksi komik dengan karakter superhero bernama Volt. Alasannya, Indonesia tak punya superhero yang terkenal. Karakter ini terinspirasi dari seorang anak miskin yang di rumahnya tak mampu memasang listrik. Komik itu pun tengah disiapkan untuk diangkat menjadi film layar lebar. “Volt tengah preproduksi. Semoga syuting bisa dilakukan awal tahun depan,” imbuh Sarjono. (*)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia