Spesialis Penyakit Dalam: Jangan Sepelekan Sembelit
JAKARTA- Anda sering susah Buang Air Besar (BAB)? Jangan sepelekan dan sebaiknya segera memeriksakan diri. Sebab susah BAB atau yang dikenal sembelit atau konstipasi, jika tidak segera ditangani akan menyebabkan komplikasi bahkan kanker.
Spesialis Penyakit Dalam - Sub Spesialis Pencernaan RSCM Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB menjelaskan, konstipasi adalah gejala BAB yang tidak memuaskan. Hal tersebut yang ditandai oleh buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu atau kesulitan dalam evakuasi feses akibat feses yang keras.
"Walaupun BAB bentuknya normal, tapi apabila masih kurang dari tiga kali dalam satu minggu harus diwaspadai konstipasi," ungkap dia di sela launching www.bebassembelit.com di Restoran Eatology di Jakarta, Rabu (18/6).
Dr Ari menjelaskan jika mengalami konstipasi sebaiknya langsung ditangani. Sebab, apabila tidak diatasi kotoran akan membentuk kerak di dinding usus dan bersifat racun akan menyebabkan peradangan hingga menyebabkan komplikasi seperti polyps, dyspepsia, diverticulosis atau kantung diusus, ambeien, bahkan kanker.
Menurut Dr Ari, ada banyak faktor risiko penyebab terjadinya sembelit. Di antaranya wanita lebih sering terjadi konstipasi dibanding laki-laki, aktivitas fisik kurang, asupan makanan yang kurang, diet rendah serat, depresi, riwayat pelecehan seksual, hingga penggunaan obat-obatan.
Ia menyebutkan obat-obat tersebut adalah obat rematik, antasida (obat maag), suplemen zat besi, suplemen kalsium, dan antidiare. Bahkan, Beberapa obat untuk para lanjut usia juga membuat sembelit.
"Untuk itu, asupan air minum yang cukup, makan makanan berserat minimal 25gram sehari, dan aktivitas fisik harus tetap terjaga untuk mencegah sembelit. Mengatur kebiasaan BAB, dan juga menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi," jelas dia.
Mari Bicara Sembelit
Pada kesempatan yang sama, Senior Brand Manager Dulcolax Indra Sugiharto menjelaskan sembelit merupakan hal yang sangat umum terjadi, namun banyak masyarakat yang masih belum mengetahui gejala sembelit. Hal tersebut mengingat sembelit memang bukan topik yang umum dibicarakan karena terdengar tabu, tidak sopan, dan tidak menarik.
Untuk itu, lanjut Indra, pihaknya menggelar program 'Mari Bicara Sembelit' mengajak masyarakat untuk lebih sadar serta waspada terhadap sembelit. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi www.bebassembelit.com. Melalui websiteb tersebut, masyarakat bisa mendapatkan informasi detail terkait sembelit yang didukung referensi atau studi yang jelas,
"Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan sederhana untuk mengetahui apakah berpotensi mengalami sembelit atau tidak," pungkas dia. (iin)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


