Komunitas Airsoftgun UGM Sosialisasi Keamanan Bermain
YOGYAKARTA- Komunitas Airsoftgun Universitas
Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang bernama "Gadjahmada Airsoft Squad"
(GAS), memperkenalkan ragam olahraga taktis itu kepada para mahasiswa baru
sekaligus melakukan sosialisasi tentang keamanan bermain di agenda Gelanggang
Expo 2016 yang diselenggarakan kampus tersebut.
Ketua komunitas GAS, Yosua Krista Patriamanggala, mengatakan sosialisasi
tersebut selain untuk mengenalkan jenis olahraga baru tersebut kepada mahasiswa
baru UGM, juga agar masyarakat mendapat pencerahan mengenai perbedaan
airsoftgun dengan airgun atau senapan angin.
"Kita sering mendapat salah pemahaman di media dan masyarakat. Airsoftgun kerap disamakan dengan airgun yang digunakan untuk tindak
kriminal, padahal ini adalah dua benda yang jauh berbeda," ujar Yosua saat
ditemui di agenda yang berlangsung di lingkungan kampus UGM, Yogyakarta, Sabtu
sore.
Lebih lanjut dia menjelaskan, airsoftgun
memiliki mekanisme yang berbeda dengan airgun
sehingga tidak bisa dimodifikasi menjadi senapan angin atau senjata api seperti
yang kerap diberitakan di media masa.
"Airsoftgun umumnya menggunakan
baterai atau gas bertekanan rendah, pelurunya pun hanya plastik seperti mainan
tembak-tembakan pada umumnya. Jadi kalau ada yang menyebut airsoftgun menembakkan peluru gotri atau metal ya jelas itu airgun. Kalau airsoftgun pakai gotri pasti hancur mesinnya," tutur Yosua,
menegaskan.
Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah anggota GAS juga terlihat mengenakan
pakaian ala militer sembari membawa airsoft
yang memiliki model mirip senapan laras panjang maupun pistol dari
negara-negara barat seperti M4 atau AR-15, Mk18, Steyr AUG, HK G36, HK416,
Glock 17, dan lain sebagainya.
Menurut salah seorang anggota GAS yang juga ditemui di lokasi yang sama,
penggunaan atribut militer atau yang kerap disebut sebagai impresi tersebut
bertujuan untuk menarik minat para pengunjung yang hadir pada even yang
berlangsung sejak tanggal 11-13 Agustus 2016 itu.
"Setiap tahun kita memang ikut Gelex (Gelanggang Expo) untuk sosialisasi,
salah satu aksi wajibnya ya dengan impresi supaya mereka berminat berkunjung ke
stand kita. Semoga nanti ada yang ikut gabung juga," kata Briantama
Herlambang, salah seorang anggota GAS.
Brian yang baru satu tahun bergabung dengan GAS menjelaskan, olahraga airsoftgun berbeda dengan olahraga lain
yang pernah dia lakukan selama ini.
Menurut dia, dalam airsoftgun selain
membutuhkan keterampilan dalam mengatur strategi dan menembak sasaran, juga
diperlukan kejujuran dan sportifitas yang tinggi saat bermain perang-perangan
atau "skirmish".
"Kalau main ’paintball’ tidak
bisa bohong karena kalau tertembak ada bekas catnya, tapi airsoft kan tidak. Kalau sudah tertembak kita harus mengaku, selain
mengasah ketahanan fisik juga melatih kejujuran. Serunya di situ mas,"
ujarnya, memaparkan.
Airsoftgun merupakan mainan replika
senjata api berbentuk senapan laras panjang, sniper, maupun pistol yang
memiliki rasio 1:1 baik dari segi dimensi atau ukuran dan berat yang hampir serupa
dengan senjata asli atau real-steel
yang ditirunya, namun memiliki kualitas material dan mekanisme penembakan yang
jauh berbeda dengan senjata api.
Model permainan tersebut pertama kali diperkenalkan di Jepang sekitar tahun
1980-an dan telah menjadi salah satu olahraga populer di Eropa, Amerika, dan
Asia, dengan disertai penerapan peraturan standar keamanan yang cukup ketat di
tiap negara.
Di Indonesia sendiri, airsoftgun
kerap disalahartikan sebagai airgun
yang digunakan pelaku kriminal dalam menggunakan tindak kejahatan seperti
perampokan, pembegalan, hingga berbagai aksi intimidasi dan penyalahgunaan di
tempat umum. (ant/gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


