Sabtu, 4 April 2026

Saham BBCA Jangan-jangan Tembus ke Sini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Mar 2026 | 10:27 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Nasabah sedang memanfaatkan layanan super apps MyBCA (BBCA). (Investor Daily/Nida Sahara)
Foto ilustrasi. Nasabah sedang memanfaatkan layanan super apps MyBCA (BBCA). (Investor Daily/Nida Sahara)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA cenderung tertekan setelah sejam lebih sesi I perdagangan Rabu (11/3/2026).

Di sekitar pukul 10.18 WIB, saham emiten bank swasta terbesar di RI ini minus 0,72% ke Rp 6.925. Sudah sejumlah 25,5 juta saham BBCA diperdagangkan, frekuensi 9.927 kali, dan nilai transaksi Rp 177,39 miliar.

Saham Bank Central Asia memerah karena mengalami tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BCA mencatatkan net sell Rp 27,8 miliar.

Advertisement

Padahal pada perdagangan Selasa (10/3/2026), saham BCA mengalami kenaikan 1,45%. Tapi memang kenaikannya tak ditopang oleh aksi investor asing. Lantaran asing malah mencatatkan net sell Rp 32,82 miliar.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas dalam analisis teknikalnya hari ini, mematok support pertama saham BBCA pada level 6.900 dan support kedua di 6.850.

Jika bisa berbalik arah, maka resistance pertama saham BCA di 7.025 dan resistance kedua pada 7.100. “Stoploss jika saham ini menyentuh 6.750,” sebut Kiwoom Sekuritas dalam analisisnya.

Sedangkan, GaleriSaham menilai BBCA saat ini berkonsolidasi tertekan di area support 6.825. Jika support merah solidnya kembali ditembus, BBCA ada tendensi untuk bergerak turun menuju support kuat 6.375.

Kemudian, ada tendensi rebound jika berhasil mencapai dan bertahan di atas swing low 6.375. Target rebound kembali menuju 7.475. Stoploss jika dalam beberapa hari saham ini gagal bertahan di atas swing low 6.375.

Sebelumnya, CGS International memproyeksi pendapatan bunga bersih (net interest income) BBCA mencapai Rp 88,23 triliun pada 2026, naik 3% dibandingkan 2025. Sementara itu laba bersih diproyeksi naik 5,7% menjadi Rp 60,82 triliun pada 2026.

Pada Januari 2026, BBCA telah mencatat laba bersih Rp 5 triliun, naik 5,8% secata year on year. Pencapaian ini setara dengan 8% proyeksi laba setahun dari konsensus analis yang dikompilasi Bloomberg. Peningkatan laba bersih di Januari secara yoy terutama didorong oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11% serta penurunan beban pencadangan yang signifikan sebesar 54%.

“Portofolio kredit turun 1,3% dalam month over month. Namun hal ini terlihat bersifat musiman, mengingat dalam 10 tahun terakhir kredit BBCA biasanya memang menyusut sekitar 2% mom setiap bulan Januari,” kata analis CGS International Handy Noverdanius dalam riset, dikutip Senin (8/3/2026).

Dari sisi pendanaan, posisi likuiditas BBCA tetap kuat dengan rasio dana murah atau CASA mencapai sekitar 84.8%, mencerminkan keunggulan biaya dana dibandingkan bank sejenis. Adapun loan to deposit ratio masih rendah di level 77,4%. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas profitabilitas perseroan.

Selain itu, CGS juga menilai BBCA masih memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan.

CGS mempertahankan rekomendasi add atau beli terhadap saham BBCA dengan target harga Rp 10.000 per saham. Proyeksi ini setara dengan potensi kenaikan 43% dari harga saham BBCA di akhir tahun lalu.

“Kami tetap mempertahankan rekomendasi add, karena kami menilai BBCA masih akan mampu membukukan kinerja yang solid dengan fundamental yang kuat. Re-rating catalysts adalah yield kredit dan permintaan kredit yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, perbaikan sentimen makro juga berpotensi mendorong re-rating,” tulis riset CGS. 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 8 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 8 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 32 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia