Siap-siap Saham BBCA
JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) disetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 41,3 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 atau senilai Rp 336 per lembar saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (12/3/2026).
Dividen tunai yang diberikan BBCA tersebut setara dengan 72% dari laba bersih tahun buku 2025 yang senilai Rp 57,54 triliun. Adapun, perincian pembagian dividen tahun buku 2025, yakni Rp 55 per lembar saham atau Rp 6,78 triliun telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 22 Desember 2025.
Sedangkan, sisanya sebesar Rp 281 per lembar saham atau sebanyak-banyaknya Rp 34,53 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal pencatatan, tetapi tidak termasuk saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan.
Dividen tunai untuk tahun buku 2025 setara dengan dividend payout ratio sekitar 72% jauh lebih tinggi dari rasio pembayaran dividen tahun sebelumnya yaitu 67,4%.
Saham Bank Central Asia sendiri ditutup mengat 1,10% ke Rp 6.900 pada perdagangan kemarin. Bangkit setelah terjatuh 2,15% di tanggal 11 Maret.
Baca Juga:
Saham BBRI Jangan-jangan Tembus ke SiniSementara itu, Phintraco Sekuritas melihat potensi penguatan saham BBCA pada perdagangan Jumat (13/3/2026) dengan target harga 7.500. Dan sell on strength pada 7.700.
Pemodal direkomendasikan untuk stoploss apabila saham emiten bank swasta terbesar di RI ini turun ke bawah level 6.500.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






