Sabtu, 4 April 2026

Indonesia Belum Bisa Dijuluki Negara Maritim

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
25 Aug 2014 | 19:02 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menyatakan bahwa Indonesia masih belum bisa dijuluki sebagai Negara Maritim, karena menurutnya Indonesia masih belum memenuhi syarat sebagai Negara Maritim.

"Kita belum bisa dijuluki sebagai Negara Maritim, ya sekarang konektivitas antarpulau belum berjalan baik, infrastruktur belum siap, bahkan UU Kelautan saja baru siap September ini," kata Sharif dalam jumpa pers mengenai UU Kelautan di Jakarta, Senin (25/8).

Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 yang terdiri atas perairan teritorial 3,1 juta km2 dan ZEE Indonesia 2,7 km2 serta 17.508 buah pulau dengan panjang pantai mencapai 104.000 km, Indonesia dikatakan Sharif baru layak disebut sebagai Negara Kepulauan.

Menurut Sharif, Indonesia masih belum memikirkan secara komprehensif mengenai sarana, prasarana, serta infrastruktur yang seharusnya mendukung satu negara maritim.

Sharif mengatakan bahwa sejatinya Negara Maritim adalah negara yang sektor ekonomi, perdagangan, dan kegiatan lain, sepenuhnya mengandalkan potensi laut.

"Karena pada prinsipnya Negara Maritim adalah negara yang bisa mengelola dan mendayagunakan sumber daya kelautan secara maksimal dan tetap menjaga kelestarian daripada laut dan lingkungannya," tegas Sharif.

Ia kemudian memberikan contoh Negara Maritim seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang, Kanada, dan Belanda, yang sesungguhnya tidak memiliki laut yang tergolong luas, namun mampu memberdayakan sumber daya laut dengan maksimal.

"Hasil inilah yang menjadikan PDB terbesar mereka berasal dari laut. Maka bisa disebut Negara Maritim. Sementara kita masih belum bisa. Masih banyak yang harus diatur, masih banyak tahapannya," kata Sharif. (ID/ant/ths)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 12 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 19 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 23 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 26 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 53 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 55 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia