Minggu, 21 Juni 2026

SPKS Minta Program BPDKS Perkuat SDM Petani Sawit

Penulis : Imam Suhartadi
25 Mar 2021 | 18:12 WIB
BAGIKAN
Mansuetus Darto Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)
Mansuetus Darto Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengatakan, program pendanaan yang disusun Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendorong pembangunan sawit berkelanjutan (sustainabile palm oil) belum sesuai dengan harapan petani rakyat.

Selain program peremajaan sawit, dana tersebut juga bisa digunakan untuk penguatan SDM petani sawit seperti melalui pembentukan kelembagaan petani lokal.

“Misalnya dana itu juga dialokasikan sebagai dana pra-kondisi bagi petani untuk membentuk kelembagaan tani di tingkat lokal. Ini penting (kelembagaan tani) karena menjadi syarat yang harus dipenuhi petani jika ingin mendapatkan dana dukungan program peremajaan sawit itu,” kata Darto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/3).

Selain itu,SPKS melihat bahwa pelaksanaan dan pendampingan program yang dilakukan BPDPKS tidak dilakukan oleh Dinas Perkebunan, tapi lembaga-lembaga yang hanya memburu proyek saja.

ADVERTISEMENT

Terkait hal tersebut, SPKS mendesak pemerintah untuk mengevaluasi BPDPKS. SPKS juga meminta KPK dan BPK melakukan audit terhadap tata kelola dana sawit tersebut.

Road Map

Mansuetus mengatakan, BPDPKS tidak memiliki roadmap yang jelas terkait penggunaan dana tersebut.

“Alokasi dana (untuk petani sawit rakyat) sangat minim. Justru selama ini pengusaha sawit dan biodiesel yang menjadi prioritas penganggaran dari BPDPKS. Padahal sebenarnya BLU ini kan milik pemerintah, bukan milik industri,” jelas Darto.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020 pemerintah melalui BPDPKS telah menghimpun dana dari pungutan ekspor sawit lebih dari Rp50 triliun.

Tahun ini, jumlah pungutan tersebut ditargetkan mencapai Rp45 triliun. BPDPKS seharusnya menyalurkan dana tersebut untuk program peremajaan sawit rakyat pada 2021 sebesar Rp5,56 triliun dengan total luas lahan sebanyak 180 ribu hektare (ha).

Anggota Komisi IV DPR-RI Luluk Nur Hamidah melihat pentingnya untuk melakukan audit investigasi dalam bentuk panja atau pansus terhadap pengelolaan dana pungutan ekspor sawit tersebut.

“Saya kira perlu dibentuk panja atau pansus di DPR untuk melakukan audit investigasi dalam waktu dekat. DPR mungkin juga mungkin melibatkan BPK dan KPK dalam kebijakan anggaran yang dilakukan BPDPKS,” kata Luluk. 

Menurut Luluk, pemerintah setiap tahunnya tidak memiliki rencana terukur dalam penyaluran dana sawit. Dari total belanja program sebesar Rp 30,28 triliun atau sekitar 90% dialokasikan untuk subsidi biodiesel.

Sedangkan alokasi untuk peremajaan sawit hanya mencapai 8,1% saja dan sisanya untuk kegiatan lainnya. Bahkan, seharusnya ada sekitar 2,2 juta ha lahan sawit rakyat yang masuk dalam program peremajaan pada 2021. Namun BPDPKS hanya mengalokasikan lahan seluas 180 ribu ha.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 15 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 46 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia