Sabtu, 4 April 2026

KBS Ingin Jadikan Krakatau International Port Sebagai International Hub Port

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
18 Mei 2021 | 20:10 WIB
BAGIKAN
Krakatau International Port akan dijadikan sebagai International Hub Port dan sekaligus biggest dry bulk port di Indonesia.
Krakatau International Port akan dijadikan sebagai International Hub Port dan sekaligus biggest dry bulk port di Indonesia.

JAKARTA, investor.id -Instrumen penting untuk pengembangan logistik suatu negara adalah keberadaan pelabuhan hub internasionalnya, karena hal tersebut merupakan pusat yang mengontrol arus logistik barang nasional dan internasional. Menyadari hal tersebut, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) ingin menjadikan Krakatau International Port (KIP) sebagai International Hub Port dan sekaligus biggest dry bulk port di Indonesia.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Akbar Djohan, menerangkan, dengan konfigurasi geografis dari negara Indonesia yang merupakan kepulauan dengan banyak penduduk yang hidup pada bagian daerah barat, khususnya bagian Jawa dan sumatera, Indonesia sangat berpeluang untuk mewujudkan Hub Port International khususnya untuk layanan kargo umum atau breakbulk.

Saat ini Indonesia memiliki beberapa Pelabuhan utama, tetapi hanya sedikit Pelabuhan yang telah menjadi Hub Internasional. Padahal banyak negara di Asia yang memiliki hubungan erat dengan Pelabuhan Hub yang ada di negaranya.

“Pelabuhan internasional menggambarkan sebuah peluang untuk kapitalisasi lingkungan dari sumber daya alam yang berlimpah, dan memiliki potensi pasar global di masa yang akan datang,” ujar dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (18/5).

Advertisement
KBS Ingin Jadikan Krakatau International Port Sebagai International Hub Port
Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera.

Untuk itu KBS terus melakukan pengembangan infrastruktur sampai sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Krakatau International Port (KIP) sebagai International Hub Port dan sekaligus biggest dry bulk port di Indonesia.

KIP dikelola oleh PT KBS yang notabenenya adalah anak perusahaan Krakatau Steel itu merupakan pelabuhan curah kering terbesar dan terdalam di Indonesia.

Didukung dengan implementasi teknologi atau Internet of Things (IoT) mutakhir, sehingga telah mampu mengakomodir berbagai jenis kapal mulai dari 10.000 – 200.000 DWT (super capsize vessel). Fasilitas lainnya yakni, tersedia kompleks gudang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) yang terintegrasi food grade (IWH) dengan tingkat pemakaian yang tinggi.

Berlokasi pada Golden Area of Sunda Strait dan terhubung dengan Jalur 21st Century Maritime Silk akan menjadi hub industry yang paling strategis di  Indonesia & Asia Pasifik, Sea Lane of  Communication (SLoC), ALKI 1,  Krakatau International Port juga dilengkapi fasilitas pelabuhan yang lengkap dan pelayanan logistik yang berintegritas dan terintegrasi.

“Kami juga tentunya sangat mendukung program National Logistic Ecosystem (NLE) yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan layanan logistik yang lebih efektif serta efisien demi percepatan dan pemerataan ekonomi bangsa,” tutur Akbar Djohan.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menjelaskan, keberadaan pelabuhan hub internasional ini merupakan aset sekaligus peluang nyata bagi pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah & potensi untuk perdagangan global lebih lanjut.

“Positioning ini akan berkontribusi dalam menekan biaya logistik nasional untuk rantai pasok raw material maupun finished products melalui pemanfaatan konektivitas tiga moda transportasi laut dan darat,” papar dia.

Krakatau International Port juga telah melakukan bongkar muat kargo mineral antara lain batubara, klinker, semen, kokas, GBFS, GGBFS, gypsum, bijih besi, slag cement, split stone, dolomite, limestone, manganese ore lump, sand, & silica stone.

Pada tahun 2020, Pelabuhan Internasional Krakatau melayani ekspor kargo mineral dengan komoditas batubara, kokas, bijih besi, GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag), ke lima negara yakni;  China, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.

“KIP juga telah melakukan 20 jalur jalur domestik untuk pengiriman kargo mineral di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pada bulan Maret lalu KIP telah melakukan bongkar muat grain & meals mencapai 137% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP),” ucap Akbar Djohan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 34 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 56 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 58 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 1 jam yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 2 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia