Jaklingko Targetkan Sistem Integrasi Jangkau Ojek Online, Taksi, dan Bike Sharing
JAKARTA, investor.id - PT Jaklingko Indonesia menargetkan sistem integrasi Jaklinko makin lebih luas lagi menjangkau ojek online, taksi, hingga bike sharing pada Maret 2022. Untuk tahap awal, moda transportasi yang terintegrasi sistem tersebut mencakup MRT Jakarta, LRT Jakarta, Bus Transjakarta, dan KRL Jabodebek.
Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menjelaskan, pihaknya menyiapkan tiga fase untuk integrasi sistem dan pembayaran moda transportasi publik di Jabodetabek. Fase pertama adalah peluncuran kartu dan aplikasi Jaklingko. Targetnya pada Januari 2022, aplikasi dan kartu itu dapat mulai digunakan oleh jutaan pengguna MRT Jakarta, LRT Jakarta, Bus Transjakarta, dan KRL Jabodetabek.
"Fase-fase yang akan kami lakukan yang pertama adalah launching dari kartu dan aplikasi. Pencanangannya sudah dilakukan dan kita akan lanjutkan sampai akhir tahun ini sehingga di Januari aplikasi kami sudah bisa digunakan oleh jutaan pengguna transportasi," kata Kamaluddin alam BeritaSatu Economic Outlook 2021 pada gelaran hari ke-3 bertema Akselerasi Pembangunan Transportasi Nasional, Rabu (24/11).
Dia menuturkan, pada Maret 2021, pihaknya akan mengimplementasikan fase mobility as a services. Dalam fase ini, selain empat moda yang sudah terintegrasi, sistemi integrasi akan menjangkau lebih luas lagi.
"Jadi kami bisa terintegrasi sampai ke ojek online sampai ke taksi sampai ke bike sharing sampai manapun kalau nanti juga sampai transportasi perairan kalau memang memungkinkan. Kami siap sebagai platform integrasinya. Kita bisa end to end," terang Kamaluddin.
Terakhir, kata dia, adalah fase penerapan account based ticketing pada Agustus 2022. Di sini akan ada tarif khusus, termasuk tarif harian, mingguan, hingga bulanan.
"Kemudian juga bisa menjadi spesial diskon untuk pelajar untuk veteran untuk lansia dan sebagainya. Ini menjadi target jangka pendek untuk 2022," papar dia.
Dia menambahkan bahwa dengan adanya tiga fase awal itu bisa meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum minimal 8% pada 2022.
"Ini akan berlanjut terus sehingga nanti bisa segera kembali utilitasi dari kapasitas angkutan umum di Jabodetabek kembali ke masa sebelum pandemi," papar dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

