Indonesia dan Alberta Perkuat Kerja Sama Energi, Pangan, hingga Pendidikan
ALBERTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama strategis dengan Provinsi Alberta, Kanada, di bidang ketahanan energi, pangan, dan pendidikan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab ke Alberta pada 11–12 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Muhsin didampingi Konsul Jenderal RI Vancouver Nina Kurnia Widhi beserta jajaran Kedutaan Besar RI Ottawa (KBRI Ottawa) dan Konsulat Jenderal RI Vancouver (KJRI Vancouver). Kunjungan ini menjadi langkah konkret memperdalam hubungan bilateral Indonesia dan Alberta melalui tiga agenda utama, yakni penguatan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan kerja sama pendidikan tinggi.
Pada 11 Mei 2026, Muhsin dan rombongan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan jajaran Pemerintah Provinsi Alberta di Alberta Legislature Building. Pertemuan dilakukan dengan Letnan Gubernur Alberta Salma Lakhani, Premier Alberta Danielle Smith, Menteri Pendidikan Tinggi Myles McDougall, Menteri Energi dan Mineral Brian Jean, serta Ketua Parlemen Alberta Ric McIver.
Dalam pertemuan tersebut, Muhsin menilai momentum penguatan kerja sama Indonesia dan Alberta sangat tepat seiring proses ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) di Kanada yang telah memasuki tahap akhir.
Menurut Muhsin, perjanjian tersebut akan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Kanada, termasuk dengan Alberta sebagai salah satu provinsi strategis. Ia juga menegaskan posisi Alberta sebagai tulang punggung ketahanan energi dan pangan Kanada, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia.
Selain itu, Muhsin menekankan pentingnya penguatan hubungan antarmasyarakat melalui kerja sama antaruniversitas sebagai fondasi kemitraan jangka panjang Indonesia dan Kanada. Dubes RI secara khusus mengundang Premier Alberta Danielle Smith untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna menjajaki peluang kerja sama konkret yang saling menguntungkan.
Muhsin turut mendorong partisipasi Pemerintah Provinsi Alberta dalam Alberta-Indonesia Energy Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 di Calgary.
“Sebagai pemain penting di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Provinsi Alberta untuk membangun kerja sama. Hal itu juga sejalan dan akan memperkuat Strategi Indo-Pasifik Pemerintah Kanada,” ujar Muhsin dalam keterangannya, pada Kamis (14/5/2026).
Premier Alberta Danielle Smith menyambut positif penguatan kerja sama tersebut dan mengindikasikan minat untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia. “Indonesia merupakan negara penting dan strategis yang Provinsi Alberta ingin memiliki hubungan kerja sama lebih kuat ke depannya,” tegas Danielle Smith.
Di sektor pendidikan, Muhsin mendorong pembentukan kerja sama kelembagaan antara Kementerian Pendidikan Tinggi Provinsi Alberta dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) guna memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi. Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Pendidikan Tinggi Alberta yang menilai kerja sama akademik penting sebagai fondasi hubungan jangka panjang kedua pihak.
Sementara di bidang energi, Muhsin menyoroti besarnya potensi kerja sama dengan Alberta sebagai penghasil utama minyak bumi Kanada, terutama di tengah gangguan pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah.
“Provinsi Alberta siap sedia untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam rangka meningkatkan ketahanan energi Indonesia, sekaligus untuk melakukan diversifikasi mitra Provinsi Alberta,” ujar Menteri Energi dan Mineral Alberta, Brian Jean. Brian juga mengundang investasi dari badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia di sektor kilang minyak Kanada guna memastikan pasokan energi jangka panjang ke Indonesia.
Pada 12 Mei 2026, rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Chamber of Commerce of Edmonton dan Edmonton Global guna membahas peluang kemitraan bisnis antara pelaku usaha Alberta dan Indonesia. Kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama University of Alberta (UofA), salah satu universitas riset terkemuka di Kanada.
Muhsin mendorong formalisasi kerja sama tertulis antara UofA dan universitas di Indonesia, termasuk penjajakan pembentukan pusat studi kawasan Asia Pasifik. Dia menyoroti keunggulan UofA di bidang teknik perminyakan yang dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara produsen energi besar.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level iniKenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis
Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.Pengawasan Barcode BBM Perlu Diperketat
Pengawasan distribusi BBM diminta diperketat menyusul antrean panjang dan dugaan penyalahgunaan barcode subsidi.DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%
DBS merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun 2026 dari 5,3% menjadi 5,1%. Asumsikan aktivitas riil menurun dan ruang fiskal terbatas.Tag Terpopuler
Terpopuler






