Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
JAKARTA, investor.id – Di tengah gaya hidup yang serba digital, kebutuhan masyarakat akan layanan praktis turut meningkat, termasuk dalam menyiapkan ibadah kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang. Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mandiri kembali mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Melalui fitur ini, nasabah dapat memilih hewan kurban, melakukan pembayaran, hingga memantau proses distribusi hanya melalui satu aplikasi. Layanan yang telah hadir sejak Juni 2024 itu dikelola bersama Mandiri Amal Insani (MAI), lembaga amil zakat nasional yang terafiliasi dengan Bank Mandiri dan aktif mengelola zakat serta penyaluran sosial dari nasabah maupun masyarakat luas.
Menurut Ketua MAI Bily Arkan, kehadiran fitur tersebut kini menjadi solusi praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi agar tetap dapat menjalankan ibadah kurban secara nyaman dan amanah.
“Salah satu kenyamanan yang ditawarkan adalah kemudahan memilih berbagai jenis hewan kurban mulai dari kambing, domba, sapi utuh, hingga program patungan 1/7 sapi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial setiap nasabah pekurban yang ditawarkan pada fitur ini,” ujar Bily dalam keterangan resminya dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026)
Dia melanjutkan, proses transaksi pun dirancang sederhana dan nyaman. Nasabah cukup klik fitur "Sukha" lalu pilih menu “Donasi & Zakat”, memilih “Kurban MAI”, menentukan jenis hewan kurban, memasukkan jumlah pembelian dan nama pekurban, lalu menyelesaikan pembayaran yang langsung terintegrasi dengan rekening tabungan di Livin’ by Mandiri.
Bagi masyarakat yang ingin menjangkau penerima manfaat lebih luas, tersedia pula program “Pelosok Negeri” yang menyalurkan hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia. Harga yang ditawarkan pun variatif, mulai dari Rp2 jutaan untuk kambing atau program patungan sapi hingga belasan juta rupiah untuk sapi utuh.
Bily menambahkan, layanan kurban digital di Livin’ Sukha menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan finansial dan sosial yang terintegrasi dalam Livin’ by Mandiri. “Melalui Livin’ Sukha, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berkurban dengan proses yang cepat, aman, dan praktis. Semua bisa dilakukan dalam satu aplikasi tanpa perlu keluar rumah,” ujar Bily
Tidak hanya mempermudah transaksi, layanan tersebut juga menghadirkan kenyamanan dalam proses dokumentasi dan penyaluran. Setelah pembayaran berhasil, nasabah akan menerima konfirmasi melalui email, WhatsApp, dan SMS. Selanjutnya, MAI juga akan mengirimkan laporan distribusi serta sertifikat kurban digital setelah Idul Adha berlangsung.
“Dengan sistem yang serba digital, masyarakat juga tidak perlu khawatir soal transparansi penyaluran. Hewan kurban akan didistribusikan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah sesuai program yang dipilih,” tuturnya.
Kehadiran fitur kurban di Livin’ Sukha turut melengkapi berbagai layanan gaya hidup yang tersedia di Livin’ by Mandiri. Selain transaksi perbankan, pengguna juga dapat mengakses layanan hiburan, perjalanan, belanja, hingga kebutuhan sosial dan keagamaan dalam satu aplikasi.
Editor: Heru Febrianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler




