Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Komisi VI Setujui Pagu Indikatif Kementerian BUMN Rp 232 Miliar

Rabu, 8 Juni 2022 | 05:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi VI DPR RI menyetujui pagu indikatif Kementerian BUMN tahun 2023 yang ditetapkan sebesar Rp232 miliar. Angka itu terdiri atas program dukungan manajemen sebesar Rp162 miliar dan program pengembangan dan pengawasan BUMN sebesar Rp69 miliar. Hal ini diputuskan dalam dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Selasa (7/6/2022).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan besaran pagu indikatif tersebut selanjutnya akan dibawa ke dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Selain itu, Komisi VI DPR RI juga menyetujui usulan tambahan anggaran 2023 sebesar Rp79 miliar.

Advertisement

Baca juga: Kementerian BUMN Usulkan PMN Rp 73,26 Triliun, Ini Rinciannya

Adapun usulan tambahan anggaran tersebut untuk dapat mendukung pencapaian target kinerja 2023 terdiri atas, peningkatan kapasitas Executive Talent Management sebesar Rp1,4 miliar, renovasi gedung serta kebutuhan operasional lainnya Rp25 miliar, pembangunan PLTS sebesar Rp6 miliar, penguatan sistem informasi Rp38 miliar, implementasi Big Data Infrastructure sebesar Rp3 miliar dan biaya lain-lain sebesar Rp6 miliar.

"(Biaya lain-lain) ada untuk peningkatan program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan), ada benchmark SDG's (Sustainable Development Goal’s), perbaikan tata kelola BUMN dan lain-lain tadi dan monitoring PSN (Proyek Strategis Nasional)," jelas Aria Bima.

Terkait soal Penyertaan Modal Negara (PMN), Komisi VI DPR RI akan mendalami usulan PMN Tunai tahun 2023 kepada 10 perusahaan BUMN serta PMN Non-Tunai tahun 2023 kepada dua perusahaan BUMN. Selain itu, Komisi VI juga akan mendalami inisiatif corporate action yang akan dilakukan tujuh perusahaan BUMN.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN