Erick Sebut Jumlah BUMN 42, BSI (BRIS) Masuk Jadi BUMN?
JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan sinyal PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan naik kelas menjadi BUMN. Hal ini seiring bertambahnya jumlah BUMN dari sebelumnya sebanyak 41 menjadi 42 perusahaan.
Adapun BSI merupakan bank syariah hasil merger dari tiga anak perusahaan bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. BSI resmi beroperasi pada 1 Februari 2021, sehingga statusnya adalah anak perusahaan BUMN. Disisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp 987,68 miliar di kuartal I-2022. Laba itu naik 33,18% year on year (yoy).
Erick menceritakan, mulanya jumlah BUMN ada sebanyak 108 perusahaan namun akhirnya berhasil dipangkas hingga menjadi 41 perusahaan. Bahkan dari jumlah tersebut berpotensi bertambah satu lagi karena masuknya BSI.
"Dengan kerja keras dari 108 company jadi 41. Tapi jadi 42 lagi karena BSI, jadi telurnya naik satu lagi. Tapi mudah-mudahan turun lagi jadi 41," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).
Kendati begitu, ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait tahapan dan efektifnya BRIS menjadi BUMN. Dengan transformasi yang terus dilakukan BUMN, maka kemampuan BUMN saat ini dapat menyetorkan dividen diyakininya akan lebih meningkat.
Erick menjelaskan, setoran dividen kepada negara sempat turun menjadi Rp 29,5 triliun di 2021, imbas pandemi Covid-19. Sebelumnya bisa menyetornya Rp 50 triliun di 2019 dan setoran dividen 2020 sebesar Rp 44 triliun.
"Kemudian 2021, yang awalnya kami yakin bisa mencapai Rp 40 triliun waktu itu saya ingat mohon maaf karena ada Covid-19 akhirnya turun jadi Rp 29,5 triliun," ucapnya.
Namun, seiring dengan perbaikan ekonomi dan kinerja BUMN, Erick optimistis tahun ini bisa menyetorkan dividen mencapai Rp 40 triliun dari target sebelumnya hanya berkisar Rp 36 triliun.
"Target 2022 yang tadinya Rp 36,4 triliun, tentu berkat kerja sama kita semua, terima kasih direksi dan komisaris, sekarang kita bisa memberikan dividen Rp 40 triliun, yang memang kalah sedikit dari tahun 2020," kata Mantan Bos Inter Milan ini.
Erick menambahkan, pada tahun depan ditargetkan dividen BUMN bisa mencapai Rp 43 triliun-Rp 45 triliun, bahkan tembus di atas Rp 50 triliun pada 2024 mendatang.
"Kami akan mengejar di kira-kira Rp 43 triliun-Rp 45 triliun, jadi sama dengan 2020. Tetapi di 2024 kami justru ingin dorong lebih tinggi dividen, kalau dulu itu bisa Rp 50 triliun, di 2024 kalau bisa di atas Rp 50 triliun ini artinya kami coba seimbangkan buku kita," tuturnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






