Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian BUMN dengan HKBP Pearaja Tarutung di Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Kamis (19/5/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir saat penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kementerian BUMN dengan HKBP Pearaja Tarutung di Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Kamis (19/5/2022).

Erick Sebut Jumlah BUMN 42, BSI (BRIS) Masuk Jadi BUMN?

Rabu, 8 Juni 2022 | 10:45 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan sinyal  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan naik kelas menjadi BUMN. Hal ini seiring bertambahnya jumlah BUMN dari sebelumnya sebanyak 41 menjadi 42 perusahaan.

Adapun BSI merupakan bank syariah hasil merger dari tiga anak perusahaan bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. BSI resmi beroperasi pada 1 Februari 2021, sehingga statusnya adalah anak perusahaan BUMN. Disisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp 987,68 miliar di kuartal I-2022. Laba itu naik 33,18% year on year (yoy).

Advertisement

Erick menceritakan, mulanya jumlah BUMN ada sebanyak 108 perusahaan namun akhirnya berhasil dipangkas hingga menjadi 41 perusahaan. Bahkan dari jumlah tersebut berpotensi bertambah satu lagi karena masuknya BSI.

Baca juga: Komisi VI Setujui Pagu Indikatif Kementerian BUMN Rp 232 Miliar

"Dengan kerja keras dari 108 company jadi 41. Tapi jadi 42 lagi karena BSI, jadi telurnya naik satu lagi. Tapi mudah-mudahan turun lagi jadi 41," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).

Kendati begitu, ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait tahapan dan efektifnya BRIS menjadi BUMN. Dengan transformasi yang terus dilakukan BUMN, maka kemampuan BUMN saat ini dapat menyetorkan dividen diyakininya akan lebih meningkat.

Erick menjelaskan, setoran dividen kepada negara sempat turun menjadi Rp 29,5 triliun di 2021, imbas pandemi Covid-19. Sebelumnya bisa menyetornya Rp 50 triliun di 2019 dan setoran dividen 2020 sebesar Rp 44 triliun.

"Kemudian 2021, yang awalnya kami yakin bisa mencapai Rp 40 triliun waktu itu saya ingat mohon maaf karena ada Covid-19 akhirnya turun jadi Rp 29,5 triliun," ucapnya.

Baca juga: Kementerian BUMN Usulkan PMN Rp 73,26 Triliun, Ini Rinciannya

Namun, seiring dengan perbaikan ekonomi dan kinerja BUMN, Erick optimistis tahun ini bisa menyetorkan dividen mencapai Rp 40 triliun dari target sebelumnya hanya berkisar Rp 36 triliun.

"Target 2022 yang tadinya Rp 36,4 triliun, tentu berkat kerja sama kita semua, terima kasih direksi dan komisaris, sekarang kita bisa memberikan dividen Rp 40 triliun, yang memang kalah sedikit dari tahun 2020," kata Mantan Bos Inter Milan ini.

Erick menambahkan, pada tahun depan ditargetkan dividen BUMN bisa mencapai Rp 43 triliun-Rp 45 triliun, bahkan tembus di atas Rp 50 triliun pada 2024 mendatang.

"Kami akan mengejar di kira-kira Rp 43 triliun-Rp 45 triliun, jadi sama dengan 2020. Tetapi di 2024 kami justru ingin dorong lebih tinggi dividen, kalau dulu itu bisa Rp 50 triliun, di 2024 kalau bisa di atas Rp 50 triliun ini artinya kami coba seimbangkan buku kita," tuturnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN