Minggu, 5 April 2026

Inilah Proyek Raksasa Amman Mineral Rp 45 Triliun

Penulis : Rangga Prakoso
9 Mei 2023 | 21:01 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Amman Mineral Internasional. (Foto: Amman Mineral)
Salah satu fasilitas PT Amman Mineral Internasional. (Foto: Amman Mineral)

JAKARTA, investor.id – PT Amman Mineral Internasional mengalokasikan total anggaran US$ 3,1 miliar atau setara Rp 45,6 triliun untuk investasi proyek smelter serta infrastruktur pendukungnya berupa ekspansi fasilitas produksi dan pembangkit listrik tenaga gas.

Amman Mineral merupakan holding dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Amman Mineral menargetkan tiga megaproyek tersebut berproduksi pada tahun depan.

Presiden Direktur Amman Mineral Internasional Alexander Ramlie mengatakan, tiga proyek perseroan saling berkaitan. Ekspansi fasilitas produksi menunjang kebutuhan smelter. Sedangkan pembangkit listrik tenaga gas memenuhi kebutuhan smelter dan fasilitas produksi.

ADVERTISEMENT

"Kalau ditanya keseriusan bangun smelter, ya seriuslah. Capex untuk power plant US$ 500 juta, ekspansi processing plant US$ 1,6 miliar, dan smelter US$ 1 miliar," kata Alexander di Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Dia menegaskan, ekspansi fasilitas produksi mampu meningkatkan konsentrat tembaga dari 120 ribu ton per hari menjadi 250 ribu ton per hari. Sedangkan daya listrik dari pembangkit tenaga gas mencapai 450 megawatt.

Menurut Alexander, selama ini kebutuhan listrik disuplai dari pembangkit listrik bertenaga batu bara serta BBM atau diesel. Namun, karena perusahaan berkomitmen untuk mengurangi emisi, maka penggunaan batu bara serta BBM dipastikan akan dikurangi.

Sebagai gantinya, Amman akan membangun pembangkit listrik bertenaga gas atau gas power plant yang membutuhkan dana sebesar US$ 500 juta. Amman harus membangun pembangkit lantaran lokasi tambang dan smelter berada di daerah terpencil, sehingga jauh dari pasokan PLN. 

Adapun smelter tembaga berkapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga. “Progres smelter Januari kemarin sudah melebihi 52%. Sekarang semua sedang berjalan pembangunannya dan tahun depan mulai beroperasi," terangnya.

Proyek smelter mulai dikerjakan sejak 2019. Namun, Alexander mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membuat proyek terhambat. Pasalnya, kebijakan pembatasan (lockdown) membuat tenaga ahli maupun material dari luar negeri sulit masuk ke Indonesia. Di menyebut kontraktor smelter berasal dari Tiongkok yang menurutnya memiliki pengalaman mumpuni. Namun, untuk teknologi smelter, menggunakan outotec.

"Feasibility study dan FEED distop semua menunggu sekitar 1-1,5 tahun. Saat lockdown masih ada yang dikerjakan, tapi tidak efisien karena lewat zoom," ujarnya.

Proyek smelter terus menunjukkan perkembangan pembangunan dengan realisasi investasi lebih dari 51% per Januari 2023. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus melanjutkan pembangunan smelter, sehingga dapat menyelesaikannya pada akhir tahun 2024. Proses verifikasi oleh pihak ketiga independen masih berlangsung.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia