Sabtu, 4 April 2026

Amman Mineral (AMMN) Kejar Target

Penulis : M. Ghafur Fadillah
12 Mar 2026 | 08:01 WIB
BAGIKAN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, invetor.id - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan proses commissioning dan ramp up smelter berjalan optimal menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor konsentrat tembaga pada April 2026. Hal ini bertujuan agar operasional pengolahan mineral kembali stabil.

Vice President Corporate Communications AMMN, Kartika Octaviana, berterus terang bahwa menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor, AMMN belum memutuskan apakah akan mengajukan perpanjangan relaksasi ekspor.

Mengingat, semua upaya saat ini diarahkan demi memenuhi batas waktu perbaikan teknis sesuai ketentuan pemerintah. “Kami masih memiliki waktu sekitar satu setengah bulan. Sejauh ini progresnya cukup baik, bahkan lebih baik dari ekspektasi awal,” ungkap Kartika kepada media, baru-baru ini 

Advertisement

Kartika menyebut, tantangan terbesar berasal dari kompleksitas smelter yang masih berada dalam tahap adaptasi. Selama ini, AMMN memiliki kompetensi utama pada operasi tambang, sehingga proses pemurnian yang melibatkan aspek teknis seperti penanganan sulfur menjadi tantangan baru bagi perusahaan.

Menurut dia, peralihan tambang dari fase 7 ke fase 8 pada 2025 yang didominasi bijih low grade dan medium grade menjadi faktor utama penurunan guidance produksi tahun ini. Pembaruan kinerja dan outlook akan dipaparkan pada 26 Maret bersamaan dengan publikasi studi kelayakan terbaru.

AMMN juga tengah menuntaskan finalisasi pembangkit listrik combined cycle berbasis LNG berkapasitas 450 MW. Pembangkit ini dioperasikan bertahap sesuai kebutuhan produksi untuk mendukung proses hilirisasi.

Produksi katoda tembaga, emas, dan silver sudah dimulai sejak awal 2025 namun masih dalam tahap ramp-up, sehingga output belum stabil. Sebagian konsentrat masih harus diekspor tahun lalu akibat kendala teknis.

Kapasitas input smelter mencapai 900 ribu ton konsentrat per tahun, namun fasilitas baru dapat beroperasi sejak Maret 2025 dan masih mengalami variabilitas utilitas.

Kartika menegaskan, proses ramp-up smelter tidak memiliki timeline yang pasti mengingat standar global menunjukkan fasilitas serupa memerlukan waktu 2–3 tahun untuk mencapai operasi stabil. “Kami melakukan yang terbaik agar stabilisasi dapat terjadi lebih cepat,” katanya.

Dari sisi eksternal, tensi geopolitik di Timur Tengah disebut dapat berdampak pada rantai pasok energi. Namun distribusi bahan bakar bagi perusahaan sejauh ini masih berjalan normal. AMMN tetap melakukan pemetaan risiko untuk mengantisipasi kenaikan harga energi atau perubahan jalur logistik.

Kartika juga menyampaikan bahwa pasar tembaga global masih solid, ditopang permintaan jangka panjang dari sektor elektrifikasi dan pembangunan infrastruktur.

“Suplai global terbatas sehingga sejauh ini belum terlihat dampak langsung terhadap permintaan produk kami. Fundamental pasar tembaga tetap kuat, ini yang menjadi dasar keyakinan kami dalam menghadapi tahun ini,” imbuh Kartika.

Target Harga Saham AMMN

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 33 menit yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 51 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 2 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 2 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia