Sabtu, 4 April 2026

3 Alasan Ponsel Butuh Perlindungan Keamanan

Penulis : Abdul Muslim
19 Aug 2023 | 11:48 WIB
BAGIKAN
Seorang perempuan menggunakan smartphone. FOTO: Tech Target
Seorang perempuan menggunakan smartphone. FOTO: Tech Target

JAKARTA, investor.id - Ponsel pintar (smartphone) kini bukan hanya menjadi alat komunikasi jarak jauh yang efektif, tapi sudah menjadi tempat penyimpanan data dan harta yang sangat berharga. Karena itu, seseorang pun tak boleh melupakan aspek perlindungan yang cukup pada ponsel yang dimilikinya.     

Seseorang yang mendapatkan smartphone baru idealnya langsung menginstal solusi keamanan untuk lebih melindungi apa yang tersimpan di dalam ponselnya. Jangan hanya mengikuti tren para pemilik ponsel yang biasanya hanya mencari pelindung fisiknya (casing) agar tidak gampang rusak.

Setidaknya, ada tiga alasan penting mengapa perangkat seluler memerlukan perlindungan pada perangkat lunaknya, yakni menjadi tempat penyimpanan uang digital, tempat menjalankan aktivitas bisnis, dan sebagai sarana mengakses media sosial.

Advertisement

1. Uang Digital

Saat ini, kawasan Asia Tenggara telah dinobatkan sebagai pasar dompet seluler (mobile/e-wallet) dengan pertumbuhan tercepat setelah pandemi Covid-19. Bahkan, telah terjadi ledakan adopsi lokal perbankan online dan penggunaan e-wallet. Pada 2022, tercatat ada 86 layanan uang seluler hadir di kawasan ini dan melibatkan startup.

Penelitian Kaspersky tentang Pembayaran Digital pun mengungkapkan bahwa smartphone cerdas bersistem operasi Android paling banyak digunakan untuk transaksi keuangan online di wilayah Asia Tenggara.

Data mengungkapkan, lebih dari empat dari lima (82%) pengguna pembayaran digital di Indonesia dan Filipina menggunakan ponsel Android untuk bertransaksi di layanan telekomunikasi seluler. Sementara itu, Malaysia 76%, Thailand 73%, Vietnam 67%, dan Singapura 54%.

Uang, rekening bank, e-wallet seluler, dan bahkan, investasi kini pun benar-benar ada di ponsel cerdas, baik yang bersistem operasi Android maupun iOS. Karena itu, sudah waktunya solusi keamanan digunakan pada ponsel untuk melindungi dari penjahat siber yang bermotivasi finansial.

“Pada 2022, Kaspersky telah memblokir total 1.083 trojan mobile banking yang hampir menginfeksi penggunanya di Asia Tenggara serta 207.506 insiden mobile malware,” ujar Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Adrian Hia, dalam pernyataannya, dikutip Jumat (18/8/2023).

2. e-Mail Kerja  

Smartphone sekarang juga punya risiko bisnis yang patut diwaspadai. Selain sebagai saranan komunikasi dan mobile banking, ponsel diketahui telah digunakan untuk mengakses surat (e-mail) dan aset perusahaan.

Namun, bahaya Bring Your Own Device (BYOD) terletak pada fakta bahwa 96% ponsel cerdas yang dapat mengakses jaringan perusahaan tidak digunakan untuk pekerjaan, melainkan untuk penggunaan pribadi.

Sementara itu, selama bertahun-tahun, Kaspersky pun menemukan advanced persistent threats (APTs) malware seluler, antara lain Pegasus dan Chrysor menjadi aplikasi mata-mata (spyware) yang menyasar ponsel bersistem operasi  Android dan iOS. Pada 2022, Kaspersky juga telah mendeteksi 10.543 installer trojan mobile ransomware secara global.

“Kami mengakui adanya kemudahan dari BYOD, tetapi perusahaan juga harus memainkan peran dalam mendorong karyawan untuk memasang perlindungan pada ponsel cerdas yang memiliki akses terhubung ke jaringan perusahaan,” ingat Hia.

3. Media Sosial

Sebuah survei juga mengungkapkan bahwa satu dari empat pengguna internet di Asia-Pasifik telah menjadi korban penipuan identitas. Tetapi yang paling menarik, pengguna tidak peduli dengan keamanan identitasnya dari pencurian/penipuan online, termasuk ketika menggunakan media sosial.

Sementara itu, kebanyakan penipuan terjadi di media sosial dan sebagian besar  diakses melalui perangkat seluler. Studi Kaspersky menunjukkan bahwa hampir satu dari empat (38%) pengguna media sosial mengenal seseorang secara pribadi yang menjadi korban peretasan data.

Laporan Kaspersky tahun 2022 pun berhasil memblokir 360.185 upaya untuk mengklik tautan phishing dari messenger. Dari jumlah tersebut, 82,71% berasal dari WhatsApp, 14,12% dari Telegram, dan 3,17% dari Viber.

“Perangkat seluler adalah harta karun dari media sosial dan aplikasi perpesanan. Di masing-masingnya, kita memiliki percakapan, foto, dan informasi pribadi yang wajib kita lindungi dari tangan yang salah,” pungkas Hia, memberikan alasan kenapa perlindungan keamanan pada ponsel diperlukan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia