Jumat, 15 Mei 2026

GAPKI Prediksi Harga Sawit Bullish Tahun 2024

Penulis : Vinnilya Huanggrio
2 Nov 2023 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Orang-orang mengendarai sepeda motor melewati truk-truk yang membawa tandan buah segar kelapa sawit untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat. (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)
Orang-orang mengendarai sepeda motor melewati truk-truk yang membawa tandan buah segar kelapa sawit untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat. (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)

NUSA DUA, investor.id – Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) optimistis menyambut peluang pada tahun 2024. Secara umum, produksi sawit tahun depan diprediksi menurun yang pada gilirannya mengangkat (bullish) harga komoditas sawit itu sendiri.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono memprediksi harga kelapa sawit akan bullish pada tahun 2024 akibat fenomena El Nino atau kemarau berkepanjangan. Hal ini disampaikan olehnya saat ditemui junalis B Universe di Booth GAPKI dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (2/11/2023).

“Kenapa kalau tadi saya sampaikan bakal bullish? sekarang ini memang terjadi beberapa kekeringan di beberapa daerah. Nah, memang kekeringan itu tidak akan langsung pada tahun yang sama untuk terjadi penurunan produksi yang signifikan, biasanya itu terjadi di tahun depannya,” jelas Eddy.

ADVERTISEMENT

Eddy mengatakan pada waktu terjadi kekeringan para petani tidak bisa melakukan pemupukan sehingga efeknya baru terjadi pada tahun depan. Untuk itu, GAPKI melihat bahwa kemungkinan pada tahun depan produksi kelapa sawit akan menurun dan itulah yang menyebabkan harganya naik.

“Kemarin terjadi over supply, karena kebetulan para petani menanam tanaman semusim untuk vegetable oil-nya. Tanaman semusim itu sewaktu-waktu begitu kena cuaca yang ekstrem, mereka gagal panen. Nah, tahun ini mereka berhasil karena cuaca mendukung,” tuturnya.

GAPKI Prediksi Harga Sawit Bullish Tahun 2024
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Eddy Martono di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023, Bali International Convention Center, Bali, Kamis (2/11/2023). (B Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)

Penurunan produksi kelapa sawit tersebut menurut Eddy diperkirakan bisa mencapai 10%.

“Kita tidak tahu tapi kalau prediksi kita memang akan terjadi sedikit penurunan di tahun depan sehingga mungkin harganya akan naik, penurunan stok kalau kita perkirakan bisa sampai 10%,” pungkas Eddy.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali mengadakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-19 bertajuk "Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty" di Bali International Convention Center (BICC). IPOC 2023 ini terselenggara selama tiga hari pada 1-3 November 2023.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 6 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 49 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia