Kurangi Biaya Produksi Padi, Indonesia Gandeng Lembaga Riset China
JAKARTA, investor.id–Indonesia menjalin kerja sama dengan lembaga riset padi terbesar di China, China National Rice Research Institute (CNRRI), untuk mengembangkan teknologi pertanian guna menurunkan biaya produksi hingga 40-60%. CNRRI dikenal sebagai pusat riset terkemuka yang memainkan peran kunci dalam mengoordinasikan program penelitian padi tingkat nasional dan global.
Lembaga itu telah menghasilkan berbagai varietas padi unggul yang resisten hama penyakit, toleran cekaman lingkungan, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat biaya.
Kerja sama yang diinisiasi Indonesia itu disambut baik oleh CNRRI dan difokuskan pada beberapa area penting. Area itu meliputi peningkatan kualitas benih dengan mengembangkan benih lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan serta teknologi pertanian modern dengan mengaplikasikan teknologi digital (kecerdasan buatan/AI) dan alat mesin pertanian modern seperti mesin pembibitan otomatis, transplanter, drone, combine harvester, dan RMU (rice milling unit).
“Tujuan utama kerja sama itu untuk peningkatan produksi dan produktivitas dengan memastikan kenaikan hasil panen melalui teknologi dan inovasi terbaru, peningkatan indeks pertanaman (IP) dengan memperbaiki pola tanam sehingga lebih efisien dan berkelanjutan, serta upaya penurunan biaya produksi demi menguranginya hingga 40-60% melalui teknologi alat mesin pertanian dan metode baru,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan yang dikutip Jumat (24/05/2024).
Mentan Amran mengatakan hal itu saat melakukan kunjungan penting ke CNRRI yang berdiri sejak 1981. Kunjungan yang dilakukan baru-baru ini menandai langkah awal kerja sama strategis dalam teknologi pertanian antara Indonesia-China. Kerja sama itu tidak hanya untuk menjamin kecukupan pangan di kedua negara, tapi juga berpotensi berkontribusi signifikan terhadap pasokan global.
Dengan memadukan keahlian dan teknologi dari CNRRI, diharapkan Indonesia bisa meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan. “Kementerian Pertanian optimistis bahwa inisiatif itu akan membuka jalan bagi inovasi baru dan meningkatkan kesejahteraan petani RI serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China dalam bidang pertanian,” papar dia.
Dalam beberapa dekade terakhir, CNRRI telah menciptakan terobosan penting, termasuk pengembangan varietas padi hibrida dengan produktivitas rata-rata 9,7 ton per hektare. CNRRI juga memanfaatkan teknologi pertanian presisi seperti AI dan sistem mekanisasi modern terintegrasi yang sangat meningkatkan efisiensi pertanian.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

