Minggu, 21 Juni 2026

Gapki Sebut Produksi, Ekspor hingga Konsumsi CPO Meningkat 

Penulis : Indah Handayani
28 Mei 2024 | 10:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi CPO (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)
ilustrasi CPO (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)

JAKARTA, investor.id - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut, produksi, ekspor hingga konsumsi CPO pada Maret 2024 meningkat.  

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan, produksi Maret 2024 mencapai 4.102 ribu ton atau naik 5,50% dari 3.888 ribu ton pada Februari 2024. Demikian juga dengan produksi PKO naik sekitar 5,97% dari 369 ribu ton pada Februari 2024 menjadi 391 ribu ton pada Maret 2024.

“Naiknya produksi ini disebabkan antara lain oleh jumlah hari kerja pada Maret yang lebih banyak dibandingkan Februari,” ungkap Mukti dalam keterangan pers, Selasa (28/5/2024).

ADVERTISEMENT

Mukti menambahkan, total konsumsi dalam negeri pada Maret juga mengalami kenaikan sebesar 1,40% dibandingkan Februari 2024 yaitu dari 1.864 ribu ton menjadi 1.898 ribu ton. Konsumsi pada Maret untuk pangan mengalami kenaikan 7,54% menjadi 827 ribu ton dari 769 ribu ton pada Februari.

Demikian juga konsumsi untuk oleokimia naik 6,86% menjadi 187 ribu ton dari 175 ribu ton pada Februari sedangkan konsumsi biodiesel pada Maret turun 3,95% menjadi 884 ribu ton dari 920 pada Februari.

Di sisi ekspor, lanjut Mukti, kinerja total ekspor Maret mengalami kenaikan 18,21% yaitu dari 2.166 pada Februari menjadi 2.560 ribu ton pada Maret. Kenaikan ekspor pada Maret yang terbesar terjadi pada CPO sebesar 114,73% dari 152 ribu ton pada Februari menjadi 327 ribu ton.

“Diikuti oleh oleokimia sebesar 17,91% dari 364 ribu ton pada Februari menjadi 429 ribu ton dan olahan CPO sebesar 12,20% dari 1.495 ribu ton pada Februari menjadi 1.677 ribu ton,” papar Mukti.

Menurut Mukti, penurunan ekspor Maret terjadi pada PKO sebesar 98,73% menjadi 0,19 ribu ton dari 15 ribu ton pada Februari. Sedangkan biodiesel sebesar 54,54% menjadi 5 ribu ton dari 11 ribu ton pada Februari dan olahan PKO sebesar 5,69% menjadi 121 ribu ton dari 129 ribu ton pada Februari.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia