Minggu, 21 Juni 2026

Gfk: Pasar Produk Tech & Durable Berpeluang Terus Tumbuh di Indonesia

Penulis : Imam Suhartadi
17 Jun 2024 | 22:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, investor.id – Perekonomian Indonesia terbilang stabil dan diproyeksikan akan menghasilkan PDB terbesar ke-4 di dunia sebesar US$10,5 triliun pada tahun 2050, setelah China, Amerika Serikat, dan India. Indonesia memiliki populasi yang sangat besar dan kelas menengah yang tumbuh pesat sehingga mendorong aktivitas ekonomi yang menciptakan pasar domestik yang signifikan.

Sumber daya alam Indonesia, termasuk minyak, gas, mineral, dan tanah yang subur, dapat dimanfaatkan untuk lebih memajukan pembangunan perekonomian di masa depan.

GfK Indonesia – An NielsenIQ (NIQ) Company, mengungkap sejumlah insight mengenai pasar Tech & Durable (T&D) di Indonesia, yang menyoroti tren terkini dan peluang yang menarik di masa depan.

Meski nilai penjualan T&D secara keseluruhan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 12,4% pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya akibat sebagian besar pembelian konsumen sudah terjadi hingga tahun 2022, didorong oleh pandemi.

ADVERTISEMENT

GfK mengidentifikasi tren pasar dan konsumen yang dapat menjadi jalan menuju kesuksesan di tahun 2024 dan ke depannya.

Tren tersebut meliputi peningkatan minat konsumen terhadap produk premium dan konsumen mengharapkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan untuk produk Tech & Durable, terutama jika dibandingkan dengan tren global. Terlepas dari kondisi pascapandemi dan perubahan perilaku konsumen, para pelaku industri harus aktif mencari cara bertumbuh,” kata Adrie Suhadi, Managing Director NIQ dan GfK Indonesia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/6/2024).

Meski kategori Technical Consumer Goods (TCG) berkontribusi pada penyesuaian pasar T&D secara keseluruhan pada tahun 2023, tanda-tanda pemulihan yang positif mulai terlihat.

Laporan POS Retail Audit GfK menunjukkan tren positif menuju stabilisasi sepanjang tahun 2023, dengan sebagian besar kelompok produk dalam TCG mengalami peningkatan kuartalan yang konsisten.

Momentum ini memuncak pada lonjakan pertumbuhan yang tinggi selama kuartal terakhir 2023. Lintasan positif ini berlaku untuk berbagai segmen produk, termasuk telekomunikasi, IT & perkantoran, consumer electronics (CE), foto, major domestic appliance (MDA), dan small domestic appliances (SDA).

Berkembang Pesat

Kategori otomotif melampaui tren secara keseluruhan, mencapai pertumbuhan tahunan yang mengesankan sebesar 17,6% pada tahun 2023.

Kategori otomotif mengalami pertumbuhan yang sehat selama tahun 2023 di mana semua kelompok produk dari kategori otomotif (baterai mobil dan motor, ban mobil dan motor, oli mobil dan motor, dan oli gigi transmisi) tumbuh setiap tahunnya.

Keberhasilan ini mencerminkan pertumbuhan jumlah kendaraan yang terdaftar di Indonesia, seiring dengan kebutuhan perawatan rutin untuk semua jenis kendaraan.

Analisis GfK menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen ke arah pembelian produk-produk berkualitas tinggi dengan rasio harga dan manfaat yang sesuai di sektor TCG dan otomotif, khususnya pada pelumas untuk mobil dan motor, 

“Konsumen Indonesia menunjukkan pergeseran dalam perilaku pembelian, dengan memprioritaskan value dibandingkan harga. Mereka semakin tertarik pada produk-produk di segmen menengah dan premium yang menawarkan rasio harga dan manfaat yang rasional. Tren ini mendorong pertumbuhan kuat yang kami amati di Q4'2023,” kata Candra Wibawa, Director of Customer Success Indonesia, GfK.

Untuk bisa sukses di industri T&D di Indonesia, Candra Wibawa menekankan beberapa strategi yang penting.

1. Memprioritaskan premiumisasi

Konsumen semakin tertarik pada produk-produk berkualitas tinggi. Brand dapat memanfaatkan tren ini dengan berfokus pada penawaran produk kelas menengah dan premium.

2. Promosi strategis

Kampanye promosi yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan kinerja penjualan secara signifikan.

3. Keunggulan omnichannel

Memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten dan menyenangkan di semua channel - online, offline, dan mobile agar bisa menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang terus berubah.

4. Keunggulan dalam inovasi

Mengembangkan produk-produk yang inovatif sangat penting agar bisa menonjol dalam lanskap persaingan

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia