Startup Sektor Greentech dan D2C jadi Target Investor pada 2024
JAKARTA,investor.id-Endeavor Indonesia, sebuah komunitas global terkemuka yang berfokus pada high-impact entrepreneurs untuk memfasilitasi ekosistem entrepreneurial di dunia termasuk di Indonesia mengungkapkan, startup yang bergerak sektor greentech dan direct to consumer (D2C) akan lebih banyak dilirik oleh investor pada tahun ini. Pemicunya, karena popularitas belanja online yang terus meningkat, serta pengembangan infrastruktur perusahaan yang berorientasi pada konsumen.
Executive Director Endeavor Indonesia Devina Hartono mengatakan, tren pergeseran kepada dua sektor tersebut, seiring dengan tren pergeseran pasar yang lebih mengutamakan profitabilitas startup ketimbang valuasi.
“Pada 2024 akan banyak potensi pertumbuhan pada startup greentech dan D2C. Ini juga seiring dengan meningkatnya popularitas belanja online dan pengembagan infrastruktur perusahaan yang fokus pada konsumen,” kata Devina di Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Menurut Devina, sebagai komunitas enterpreneur global, Endeavor terus berupaya untuk menjembatani para startup di berbagai sektor untuk menghasilkan produk yang memiliki dampak besar kepada masyarakat, maupun mampu menciptakan mulitplier effect.
“Lewat layanan utama kami, mulai dari fasilitas sharing, penyediaan akses ke sumber pendanaan, mentorship, kami berharap mampu membantu para enterpreneur yang tak hanya mampu meningkatkan skala bisnsinya, tetapi juga melipatgandakan dampaknya,” ujar Devina.
Menurut Devina, secara global, kehadiran Endeavor telah memberikan dampak nyata, baik dari sisi pendapatan dari startup yang masuk dalam portofolio Endeavor maupun dampak lapangan kerja yang dihasilkan oleh para startup tersebut.
Bahkan, portofolio startup Endeavor berhasil menciptakan 31 ribu lapangan pekerjaan pada 2023, naik 82% dibandingkan dengan 2020 yang sebanyak 17 ribu lapangan pekerjaan. Selain itu, dari sisi pendapatan, startup yang menjadi portofolio Endeavor berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp US$ 3,1 miliar pada 2023, naik 6 kali lipat dibandingkan US$ 489 juta pada 2020.
Adapun menurutnya, saat ini Endeavor Indonesia telah mendukung 98 enterpreneur dari 68 perusahaan rintisan, seperti CEO eFishery, Kopi Kenangan, Paxel, Pinhome, serta Buttonscarves.
“Hal ini juga sekaligus menunjukkan peran signifikan potensi dan kontribusi dari pertumbuhan enterpreneur dalam pertumbuhan ekosistem kewirausahaan, termasuk di Indonesia,” ungkap Devina.
Lebih jauh, dalam laporan Impact Report 2023 yang dikeluarkan oleh Endeavor, untuk pasar Indonesia sendiri terdapat peluang baru di tengah berbagai tantangan yang muncul beberapa tahun terkahir ini.
“Dalam satu tahun terakhir, kami melihat semangan pertumbuhan startup yang tak hanya fokus penggalangan dana, melainkan juga pengembangan bisnis yang memiliki potensi besar untuk bertumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” tutur Devina.
Hal tersebut, lanjut Devina terlihat dari topik mentoring, seperti pengembangan talenta, penjualan dan kemitraan B2B, serta cara masuk dan ekspansi pasar.
“Semangat multiplayer effect yang kami tanamkan memungkinkan setiap pengusaha untuk tidak saja mencapai kesuksesan individu, tetapi juga menciptakan efek lanjutan demi masa depan ekosistem startup,” imbuh Devina.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


