Sabtu, 4 April 2026

Sewa Kantor Kian Diminati ketimbang Co-Working Space, Ini Alasannya

Penulis : Harso Kurniawan
8 Jul 2024 | 20:37 WIB
BAGIKAN
Gran Rubina, salah satu ruang perkantoran di Jakarta. (ist)
Gran Rubina, salah satu ruang perkantoran di Jakarta. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Seiring pemulihan ekonomi pascapandemi pandemi Covid-19, kini minat terhadap kantor fisik ataupun representatif kembali meningkat dibandingkan ruang kerja bersama atau co-working space dan kantor virtual. Hanya saja, terdapat penambahan syarat agar kantor konvensional tetap memiliki keistimewaan, seperti lokasi strategis hingga fasilitas mumpuni.

Sebagaimana dikutip dari beberapa riset, kantor fisik masih lebih diminati karena beberapa alasan. Pertama, para pengguna yang umumnya merupakan perusahaan, bisa mengendalikan operasional secara lebih stabil.

Dari sisi keamanan, kantor fisik dengan pengelolaan sendiri jauh lebih aman dibandingkan co-working space ataupun kantor virtual. Kepemilikan kantor menghindari kerentanan kebocoran data ataupun peretasan di ruang publik.

Hal ini menjamin kenyamanan dan keandalan informasi, sehingga membuat klien dan mitra perusahaan menaruh kepercayaan lebih. Singkatnya, kepemilikan kantor fisik yang jelas, bakal menambah citra dan memperkuat identitas perusahaan.

Advertisement

Terlebih lagi, sebagaimana diungkapkan Senior Associate Collier Indonesia Fery Salanto, memasuki kuartalan akhir ini geliat permintaan perkantoran meningkat pesat. Terlebih lagi, dia memperkirakan suplai gedung perkantoran mulai menipis dibandingkan jumlah permintaan.

“Perbaikan okupansi juga terlihat di area CBD yang meningkat menjadi 74,7% dan luar CBD menjadi 77,2% yang membaik dibandingkan dengan posisi pada kuartal IV/2023,” kata dia, dikutip Senin (8/7/2024).

Di sisi lain, tren tersebut mendorong HN.Group menghadirkan ruang perkantoran yaitu HN.Spatial di Gran Rubina Business Park yang terfokus pada sewa ruang perkantoran yang bersaing di daerah CBD. Sebab, saat ini permintaan kantor fisik terlebih dengan skema penyewaan, dituntut memberikan banyak nilai lebih dan benefit.

Gran Rubina Business Park, sebagaimana dibesut HN.Spatial merupakan penyewa ruang gedung perkantoran yang berada di Jalan Rasuna Said, kawasan dekat Mega Kuningan, Jakarta, sebagai sentra bisnis terpadu sekaligus wilayah diplomatik terpadu. Gedung perkantoran ini ini bertitel grade B, menawarkan berbagai keunggulan khusus yang profesional.

Selain berada di pusat kota, Lokasi tersebut berada di CBD (central business district) satu area dengan Epicentrum milik Bakrie Grup, Gran Rubina Business Park telah memenuhi tuntutan terkait gedung ramah lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi bangunan hijau tingkat emas yang dikeluarkan Green Building Council Indonesia (GBCI).

HN.Spatial menawarkan sewa kantor di Gran Rubina Business Park yang menjanjikan kenyamanan, selain terletak di  kawasan CBD Epicentrum Kuningan, gedung perkantoran tersebut juga didukung fasilitas mumpuni. Terdapat dua tipe ruang kantor yang tersedia saat ini yang HN.Spatial tawarkan di Gran Rubina Business Park.

Area rendah (low zone) dan area tinggi (high zone) Gran Rubina menyediakan corner unit dengan luasan 196,74 meter persegi (m2) dan unit middle suite dengan luasan 259,72 (m2).

Dalam hal aksesibilitas, lokasi Gran Rubina Business Park dikelilingi akses transportasi publik kekinian, seperti LRT dan jalur Trans Jakarta. Stasiun LRT Rasuna Said hanya berjarak 1,1 kilometer, serta halte Trans Jakarta Patra Kuningan berjarak 300 meter.

Keduanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3-5 menit saja. Keunggulan itu ditambah dengan kehadiran gerai makanan dan minuman ternama, seperti Wing Stop, Janji Jiwa, Family Mart, hingga keberadaan Food Court.

Di sisi lain, keunggulan Gran Rubina Business Park ini pun sejalan dengan geliat permintaan properti di Jakarta. Walau terdapat isu pemindahan ibu kota, properti perkantoran Jakarta masih terus diburu.

Hal ini diungkapkan Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL Indonesia) Yunus Karim. Menurutnya, gedung perkantoran di distrik bisnis sentral Mega Kuningan sangat positif pada awal 2024 ini.

Bahkan, ungkapnya, tingkat okupansi perkantoran itu telah menyentuh kisaran 70%. Namun sejauh ini para tenan sangat peduli terhadap kualitas gedung perkantoran yang mendukung lingkungan kerja kondusif.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 13 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 13 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 47 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 47 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 1 jam yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia