Terapkan K3, Anak Usaha ABM Investama Pertahankan Zero Fatalities
JAKARTA, investor.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usaha PT Tunas Inti Abadi (TIA) selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) berhasil mencatatkan lebih dari 62 juta jam kerja tanpa ada korban jiwa (zero fatalities).
Selain itu, TIA juga memperkuat sisi pengelolaan keselamatan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sampai dengan semester I tahun 2024, lahan bekas tambang seluas lebih dari 900 hektar telah berhasil direklamasi.
“Ini semua dicapai berkat perencanaan yang cermat dan penggunaan sumber daya yang efektif,” kata Direktur TIA Dadik Kiswanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (4/10/2024).
Zero fatalities penting karena kecelakaan yang mengakibatkan kematian (fatality) merupakan salah satu indikator paling serius dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Fatality tidak hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga berdampak luas pada lingkungan kerja dan masyarakat
Kesadaran akan K3 merupakan faktor kunci agar perusahaan bisa menjaga keberlangsungan operasionalnya.
Di lingkup TIA, lanjut dia, perusahaan berhasil menunjang komponen pengelolaan keselamatan dengan menerapkan program manajemen kelelahan kerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja, melakukan forum komunikasi, hingga melakukan promosi K3.
Tak heran, perusahaan yang bergerak dalam usaha produksi dan penjualan batu bara ini telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan OSHAS 18001:2007. Dengan diraihnya penghargaan ini, TIA berhasil membuktikan bahwa perusahaan mampu bersaing dan berkembang sesuai dengan tuntutan manajemen kualitas.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada acara Good Mining Practice (GMP) Award 2024 di Jakarta, menyampaikan bahwa subsektor mineral dan batubara merupakan pilar utama bagi perekonomian Indonesia. Kementerian ESDM mencatat penerimaan negara dari subsektor minerba sebesar 99,34 triliun rupiah atau 87,49% dari target tahun 2024.
Kondisi ini tidak boleh membuat kita terlena, karena Indonesia telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Oleh karena itu perlu didorong pengembangan metode pertambangan yang ramah lingkungan.
Bahlil menyatakan diperlukan program pascatambang yang komprehensif dan memperhatikan aspek ekonomi, sosial-budaya, maupun lingkungan, sehingga akan tetap akan tercipta keselaran antara tujuan bisnis perusahaan dengan kehidupan dan kesejahteraan setelah kegiatan pertambangan berakhir.
Keselamatan Pertambangan
PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usaha PT Tunas Inti Abadi (TIA) selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) mendapatkan penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut berupa 2 penghargaan “Terbaik” untuk kategori Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, dan kategori Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara.
Baca Juga:
Jadikan K3 sebagai Budaya PerusahaanAdapun penilaian yang menjadi acuan untuk kategori Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batu Bara, yakni statistik keselamatan pertambangan, manajemen risiko, hingga Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batu Bara (SMKP Minerba).
Sementara itu, standar penilaian untuk kategori Pengelolaan Lingkungan Hidup berdasarkan administrasi lingkungan, reklamasi dan revegetasi, hingga inovasi.
“Penghargaan yang diraih oleh Grup ABM tentunya tak lepas dari peran seluruh pihak khususnya tim internal kami yang sudah berupaya menjaga sekaligus menciptakan keamanan dalam bekerja,” ujar Direktur PT ABM Investama Tbk (ABMM) Feriwan Sinatra baru-baru ini..
“Penghargaan yang didapat tidak lantas membuat kami cepat puas karena hal ini menjadi langkah awal bagi Grup ABM untuk terus berkembang dan memaksimalkan kinerjanya. Pencapaian ini berkontribusi nyata dalam tiga pilar utama visi Grup ABM yaitu stabilitas finansial, sinergi dan menjadi grup usaha hulu hilir pertambangan yang terkemuka,” ujar Feriwan Sinatra .
Sementara itu, Direktur TIA Dadik Kiswanto, menyampaikan rasa bangga karena telah dipercaya memimpin anggota tim yang bermentalkan juara dengan mengedepankan kerja sama dan melakukan inovasi demi perbaikan berkelanjutan.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






