Mangrove Mampu Serap Karbon Dioksida Lebih Banyak
JAKARTA, investor.id - Program Penanaman Mangrove berfungsi sebagai kompensasi karbon (carbon offset) pada 3 - 5 tahun mendatang. Mangrove dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida dan melindungi ekosistem pesisir.
Mangrove mampu menyimpan dan menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan.
Program penanaman bibit mangrove ini akan berfungsi sebagai penyerap karbon alami sekaligus melindungi kawasan pesisir dari erosi dan abrasi.
“Penanaman mangrove ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga keberagaman hayati, mencegah kerusakan ekosistem, serta meningkatkan ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim,” kata Tirta Hidayat, Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (24/11/2024), .
Indonesia merupakan negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia, yakni sekitar 20% atau 3,49 juta hektar dari luas total mangrove dunia. Berdasarkan data One Map Mangrove, luas ekosistem mangrove di Indonesia sekitar 2,2 juta hektar dalam kawasan dan 1,3 juta hektar di luar kawasan yang tersebar di 257 kabupaten/kota.
Keberadaannya memberikan fungsi dan manfaat penting bagi masyarakat Indonesia sebagai pencegahan kerusakah lingkungan seperti abrasi, menahan badai, dan menyaring pencemar kasar di pesisir.
Ekosistem mangrove juga menjadi tempat hidup serta pemijahan biota laut karena tinggi akan ketersediaan sumber makanan bagi beberapa spesies yang ada.
Baca Juga
Masyarakat pesisir menjadi tergantung pada ekosistem mangrove karena mampu dijadikan sumber penghidupan melalui kegiatan objek wisata, sumber bahan kayu dan non kayu, tentu di optimalkan dengan skema pemanfaatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Diketahui, Emiten pelayaran PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (Perseroan) atau yang dikenal dengan kode saham HUMI, melaksanakan program penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Pantai Bahagia, Muaragembong, Bekasi.
Program penanaman 4.000 bibit mangrove sebagai langkah nyata HUMI dalam mengelola dampak lingkungan dari operasional serta kontribusi terhadap upaya global melawan perubahan iklim.
Sebelumnya pada pertengahan tahun 2024, telah dilakukan 1.500 bibit mangrove di tempat yang sama, sehingga total bibit yang ditanam hingga akhir tahun 2024, sebanyak 5.500 bibit mangrove.
“HUMI berkomitmen untuk mengelola dampak operasional terhadap lingkungan dengan serius, sejalan dengan upaya global melawan perubahan iklim. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor maritim, kami memahami peran dan tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan. Tanggung jawab kami tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga berfokus pada bagaimana setiap langkah yang kami ambil dapat berkontribusi pada kelestarian bumi,” ujar Tirta Hidayat.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di industri maritim, HUMI menyadari bahwa operasional kapal, yang menjadi bagian penting dari rantai logistik global, memiliki dampak terhadap emisi karbon.
“Operasi kapal kami memiliki kontribusi terhadap emisi karbon, dan HUMI terus mencari cara untuk memitigasi dampak ini melalui peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, serta inovasi berkelanjutan dalam operasional kapal. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi untuk mengurangi jejak karbon dan memastikan bahwa kami beroperasi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah,” tambah Direktur Utama HUMI.
Program ini melibatkan kolaborasi antara HUMI dengan Yayasan Mangrove Indonesia Lestari, sebuah komunitas non-profit yang memiliki concern dan memiliki inisiatif menyelamatkan bumi melalui konservasi mangrove.
Yayasan Mangrove Indonesia Lestari berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI, Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota, Propinsi Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, Propinsi Jakarta, Dinas Kehutanan, Propinsi Jawa Barat dan Dinas Kehutanan, Propinsi Jawa Tengah.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan dampak jangka panjang yang lebih besar. Kami bekerja sama dengan Yayasan Mangrove Indonesia Lestari, sebuah komunitas non- profit, untuk memastikan keberlanjutan program ini dan memberdayakan mereka dalam menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam. Bersama-sama, kami menciptakan solusi yang dapat memberi manfaat besar bagi lingkungan, masyarakat, dan ekosistem pesisir di daerah ini,” jelas Tirta.
Melalui program ini, HUMI berharap dapat memimpin dalam inisiatif ESG di sektor maritim. “Kami ingin menjadi pelopor dalam inisiatif ESG dan keberlanjutan. Melalui langkah nyata seperti program penanaman mangrove ini, kami memperlihatkan komitmen jangka panjang untuk keberlanjutan. Dengan aksi nyata dan kolaborasi antara HUMI, masyarakat, dan mitra kami, kami yakin kita dapat menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Direktur Utama HUMI.
Dengan tagline #HUMI Untuk Masa Depan, HUMI tidak hanya berlayar untuk memenuhi kebutuhan logistik global, tetapi juga untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi bumi.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


