Minggu, 5 April 2026

Ekspor Bahan Penting Baterai EV, Jadwalnya Awal 2025

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Des 2024 | 15:36 WIB
BAGIKAN
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project. Ist
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project. Ist

JAKARTA, investor.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project yang terletak di Halmahera Tengah, Maluku Utara pada Kamis (28/11/2024).

Dalam kunjungannya, Menperin memberikan apresiasi tinggi kepada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) atas kemajuan yang dicapai, terutama terkait rencana ekspor prekursor nikel untuk industri baterai kendaraan listrik yang dijadwalkan pada awal 2025.

“Saya sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) atas dedikasinya dalam menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia yang mendukung pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik,” ungkap Menteri Agus dikutip dari keterangan resmi, Selasa (3/12/2024).

ADVERTISEMENT

Menteri Agus mengatakan, dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik adalah langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan pengendalian emisi gas rumah kaca (GRK).

“Pemerintah berkomitmen dalam kebijakan penurunan emisi GRK di level internasional dengan penetapan target pengurangan emisi GRK pada enhanced nationally determined contributions (NDC) sebesar 31,89% dengan upaya sendiri atau 43,20% dengan dukungan internasional di tahun 2030 hingga akhirnya mencapai net zero emissions (NZE) di 2060 atau lebih awal. Salah satu program utamanya adalah dengan pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB,” jelasnya.

Untuk itu, Menteri Agus menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung penuh percepatan pengembangan ekosistem KBLBB, yang salah satunya didorong melalui proyek-proyek seperti Weda Bay.

“Kehadiran proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, khususnya di Maluku Utara dan Halmahera Tengah,” imbuhnya.

Diketahui, PT IWIP, melalui anak perusahaan PT Huaneng New Material, berencana mengekspor 50.000 ton per tahun Precursor Nickel Cobalt Manganese Hydroxide (NCM) ke pasar Amerika Utara dan Eropa. Prekursor ini merupakan bahan baku penting dalam produksi baterai kendaraan listrik.

Selain itu, Weda Bay Project juga akan terus berkembang dengan rencana untuk memproduksi baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (energy storage system) yang akan dikelola oleh PT REPT Battero Energy Co Lt.  Kapasitas produksi baterai ini akan dimulai pada 8 GWh pada Maret 2026 dan berkembang hingga 20 GWh pada 2027, yang akan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi sekitar 2.800 tenaga kerja.

Proyek ini juga akan memproduksi off road pure electric mining dump truck dengan kapasitas baterai mulai dari 282 kWh hingga 375 kWh, dengan perakitan truk pertama yang dijadwalkan pada Desember 2025. Lebih lanjut, kawasan ini juga akan memproduksi alumunium ingot dengan kapasitas 1 juta ton per tahun, melalui PT Kemajuan Alumunium Industry, dengan nilai investasi sekitar US$ 655 juta.

 Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT IWIP Xiang Binghe mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian. Menurutnya, perkembangan signifikan IWIP, yang kini memiliki lebih dari 80.000 karyawan, tidak lepas dari kerjasama yang solid antara pihak perusahaan dan pemerintah. IWIP berharap dapat terus melanjutkan kerjasama ini untuk membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Maluku Utara.

“Keberhasilan IWIP hingga mencapai lebih dari 80.000 karyawan tidak terlepas dari dukungan yang luar biasa dari pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian. Kami berharap dukungan dan kerja sama yang baik ini terus terjalin, agar proyek ini dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia secara umum, serta khususnya bagi masyarakat Maluku Utara dan Halmahera Tengah,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia