IWIP, Weda Bay Nickel, dan Tenant Perkuat Budaya K3
JAKARTA, investor.id - Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN), seluruh tenant, serta perusahaan usaha jasa pertambangan di kawasan industri Weda Bay, Maluku Utara, terus memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama dalam menjalankan operasional industri. Penerapan budaya K3 ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keselamatan pekerja di setiap aktivitas industri.
Penguatan budaya K3 ini juga sejalan dengan lima strategi pembangunan budaya K3 yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu edukasi dan pelatihan, keterlibatan pekerja, perbaikan sistem serta pemanfaatan teknologi keselamatan, penegakan aturan melalui inspeksi berkala, serta kepemimpinan yang berkomitmen.
Dalam kerangka tersebut, IWIP, WBN, dan tenant menjadikan Bulan K3 Nasional 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kesadaran dan disiplin keselamatan kerja di seluruh lini operasional.
Baca Juga:
Penerapan K3 ADHI Bagian PentingGeneral Manager Health, Safety & Environment (HSE) Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Kepala Teknik Tambang PT Weda Bay Nickel (WBN) Iwan Kurniawan menekankan bahwa budaya K3 hanya dapat dibangun melalui konsistensi penerapan dan keterlibatan aktif seluruh pihak.
“Budaya K3 dibangun melalui penerapan yang konsisten dan partisipasi seluruh pihak. Momentum Bulan K3 Nasional kami manfaatkan untuk memperkuat kesadaran risiko, disiplin kerja, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” ujar Iwan dikutip dari keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Selama Bulan K3 Nasional Tahun 2026, yang berlangsung sejak 8 Januari hingga 14 Februari 2026, IWIP, WBN, dan tenant menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman K3 secara aplikatif. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar kesehatan bertema Membangun Gaya Hidup Sehat Jantung di Lingkungan Industri, program donor darah, serta berbagai tantangan keselamatan kerja seperti Job Safety Analysis (JSA) Challenge, Defensive Driving Challenge, lomba penerapan 5R (5S), Safety Talk interaktif, Mini Search and Rescue Challenge, hingga lomba penulisan artikel dan produksi video animasi bertema K3.
Iwan menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya ditujukan sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran bersama dan evaluasi praktik keselamatan di lapangan. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan pekerja dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta memahami langkah pencegahan yang tepat.
“Setiap orang memiliki peran dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” tambahnya.
Ke depan, IWIP dan WBN akan terus memantau dan mengevaluasi penerapan K3, memastikan budaya kerja aman selalu sejalan dengan kebutuhan operasional dan standar industri. Komitmen berkelanjutan ini merupakan wujud dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan mendukung keberlanjutan industri nasional, sekaligus menjaga keselamatan setiap pekerja di seluruh aktivitas operasional.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler

