Sabtu, 4 April 2026

China dan Jepang Minat Investasi Giant Sea Wall

Penulis : Monique Handa Shafira
11 Des 2024 | 16:18 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym)
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan studi terkait pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall sudah hampir selesai. Kini, pemerintah sedang membahas lebih detail terkait fase pembangunannya.

Airlangga mengatakan, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, fase pertama pembangunan Giant Sea Wall akan dimulai dari sebelah Barat, yakni dari Banten ke Cirebon.

“Mengenai Giant Sea Wall kita sedang melakukan studinya sebagian besar sudah selesai. Kemudian, kita akan bahas lebih detail mengenai mengenai fasenya,” ujar Airlangga seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2024 di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2024).

Advertisement

Airlangga menegaskan, pembangunan ini akan menerapkan konsep private-public partnership (PPP), yakni perjanjian atau kontrak antara pemerintah dan pihak swasta untuk menyediakan layanan publik.

Dia menyebut, Indonesia telah melakukan pembahasan dengan sejumlah negara, seperti China dan Jepang yang tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan ini. Indonesia juga diminta belajar dari Korea dan Belanda yang berpengalaman membuat infrastruktur serupa.

“Kemarin sudah dibahas dengan China, dengan Jepang, dan juga dengan beberapa negara lain yang mereka cukup tertarik untuk pembangunan Giant Sea Wall,” jelas Airlangga.

China dan Jepang Minat Investasi Giant Sea Wall
Ilustrasi: Investor Daily

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani menerangkan, Presiden Prabowo Subianto menawarkan pengusaha Jepang yang tergabung dalam Japan-Indonesia Association (Japinda) untuk berpartisipasi dan berinvestasi dalam proyek Giant Sea Wall.

“Yang dimana dalam Great Giant Sea Wall itu 40 km di atas Jakarta, dan sampai 600 km. Itu juga diharapkan partisipasi dari perusahaan-perusahaan Jepang ini, karena mereka juga perusahaan konstruksinya juga kita harapkan untuk berpartisipasi. Nah itu juga yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 6 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 10 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 14 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 40 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 43 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia