Strategi Menutupi Defisit Beras di Januari
18 Des 2024 | 10:30 WIB
JAKARTA, investor.id–Indonesia diperkirakan defisit 1,41 juta ton beras di Januari 2025. Secara historis, produksi pangan pokok itu di bulan awal tahun memang selalu kurang, pada Januari 2023 dan Januari 2024 masing-masing minus 1,2 juta ton dan 1,69 juta ton. Untungnya, stok di gudang Bulog per 13 Desember 2024 mencapai 2.023.998 ton, sehingga diyakini masih mencukupi kebutuhan intervensi pemerintah hingga masa panen Maret-April tahun depan.
Berdasarkan Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA) BPS amatan Oktober 2024 yang diolah Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), luas panen padi pada Januari 2025 hanya 401 ribu hektare (ha) dengan produksi setara beras 1,18 juta ton. Dengan konsumsi Januari 2025 yang diperkirakan 2,59 juta ton, defisit (produksi-konsumsi) pada bulan tersebut mencapai 1,41 juta ton.

