Sabtu, 4 April 2026

Jaga Iklim Investasi, Ketua MPR Minta Ormas Ganggu Pabrik BYD Ditindak

Penulis : Yustinus Patris Paat
25 Apr 2025 | 23:00 WIB
BAGIKAN
Ketua MPR Ahmad Muzani di gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/4/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)
Ketua MPR Ahmad Muzani di gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/4/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan semua pihak yang mengganggu investasi dalam bentuk kelompok apapun termasuk ormas harus ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini Muzani sampaikan merespons ada pihak-pihak yang mengatasnamakan ormas tertentu mengganggu pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. 

"Semuanya harus sesuai dengan iklim investasi. Jika ada satu-dua di antara hal-hal tersebut tentu saja itu harus segera diselesaikan termasuk oleh kelompok kekuatan masyarakat atas nama apapun. Karena investasi adalah bagian dari hal penting yang menjadi instrumen bagi pembangunan ekonomi masyarakat," ujar Muzani di gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Advertisement

Muzani mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi berkembangnya iklim investasi di Indonesia. Menurut faktor-faktor tersebut terkait satu sama lain dan saling mendukung seperti peraturan perundang-undangan, kondisi infrastruktur dan kondisi masyarakat yang kondusif.

"Saya kira investasi harus dijaga bukan hanya oleh peraturan dan daya dukung yang memadai. Ada peraturan yang memadai, ada daya dukung yang memadai seperti infrastruktur, tapi juga ada kondisi sosial masyarakat yang juga harus kondusif," tandas Muzani.

Sebelumnya, Mantan Kepala Staff Presiden Moeldoko juga meminta aksi premanisme kelompok tertentu di proyek pembangun pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, segera ditumpas habis.

"Saya dukung apa yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, tumpas saja semua itu," ujar Moeldoko di Jakarta, Selasa (22/4/2025). 

Moeldoko menegaskan, masyarakat seharusnya ikut membantu dalam menciptakan situasi kondusif terhadap pihak-pihak yang mau membuka lapangan pekerjaan. Menurut dia, iklim investasi di dalam negeri perlu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat.

"Mengimbau supaya di tengah situasi iklim dunia usaha yang relatif perlu perhatian, maka masyarakat Indonesia bisa ciptakan iklim investasi yg baik. Jangan sampai pengangguran makin banyak tapi malah satu sisi ironis," pungkas Moeldoko.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 45 detik yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 15 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 48 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 48 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 1 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 1 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia