Bahlil Akui Longsor Freeport Ganggu Suplai Konsentrat ke Smelter Tembaga dan Emas
JAKARTA, investor.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi adanya gangguan suplai konsentrat bahan baku tembaga dan emas pasca musibah longsor material basah di area tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 8 September 2025.
Bahlil menjelaskan, aktivitas produksi PTFI dihentikan sementara setelah longsor untuk evaluasi penyebab dan dampak kerugian. Penghentian ini dipastikan mengurangi pasokan bahan mentah yang diolah di smelter tembaga Gresik maupun emas di Antam.
“Karena kemarin kan ada musibah di underground Freeport. Pada saat musibah, longsor, maka semua aktivitas produksinya, kita evaluasi dulu. Belum jalan,” jelas Bahlil dalam sesi jumpa pers Minerba Convex 2025 di JICC Senayan, Rabu (15/10/2025).
“Atas dasar itu, sudah pasti supply konsentrat ke smelternya pasti berkurang, terganggu. Dengan demikian, saya punya keyakinan, akibat supply konsentratnya belum sampai maksimal, pasti smelternya terganggu,” tutur Bahlil.
Maka dari itu, Bahlil meminta publik bersabar menanti pemulihan pasokan produksi tembaga dan emas dari Freeport. “Nah, bagaimana agar bisa, smelternya bisa berjalan, tunggu sampai evaluasi teknis dari kejadian kemarin di underground,” ujar dia.
Secara terpisah, Ekonom energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai bahwa impor emas yang dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merupakan langkah yang wajar untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga stabilitas harga.
“Kalau produksi dalam negeri tidak cukup, impor diperbolehkan agar kebutuhan terpenuhi dan harga tidak melonjak. Langkah ini juga bisa membantu menahan laju kenaikan harga,” ujar Fahmy, belum lama ini.
Fahmy juga menyarankan pemerintah untuk menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) emas, serupa mekanisme batu bara. DMO mewajibkan perusahaan tambang menyisihkan sebagian hasil produksinya untuk pasar domestik guna menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






