Minggu, 5 April 2026

Pengamat Politik: Prabowo Harus Hati-hati soal Utang Whoosh

Penulis : Juan Ardya Guardiola / Ichsan Ali
4 Nov 2025 | 15:31 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) memberi sambutan saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025). (ANTARAFOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) memberi sambutan saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025). (ANTARAFOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id - Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah menyita perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan bertanggung jawab penuh atas persoalan ini. Sementara pengamat politik mengingatkan presiden agar berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengingatkan Presiden Prabowo agar berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait keberlanjutan dan pengelolaan proyek Whoosh. Menurutnya, kesalahan penanganan dapat menjadi beban politik bagi pemerintahan baru.

“Presiden Prabowo harus berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak menjadi beban politik. Jika tidak hati-hati, ini akan berdampak negatif terhadap Prabowo,” kata Iwan saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Iwan menekankan bahwa proyek kereta cepat adalah investasi bisnis dengan anggaran besar, bukan investasi sosial yang ditujukan langsung untuk kepentingan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Soal kereta cepat ini bukanlah persoalan investasi sosial karena pembangunannya memakan anggaran banyak dan ditujukan untuk sektor bisnis. Jadi harus dipisahkan antara investasi sosial dengan investasi bisnis,” imbuhnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap proyek ini, terutama karena adanya utang besar yang kini menjadi tanggung jawab pemerintahan Presiden Prabowo.

“Soal transparansi dalam pengelolaan dan kejelasan arah bisnis menjadi kunci agar proyek kereta cepat tidak membebani keuangan negara maupun citra politik pemerintahan baru,” pungkas Iwan.

Prabowo: Saya Tanggung Jawab

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan respons tegas atas polemik ini usai meresmikan revitalisasi Stasiun Tanah Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025) siang. Ia menyatakan utang Whoosh tidak menjadi masalah dan pemerintah akan membayar sebesar Rp 1,2 triliun setiap tahun.

“Tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” terang Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia mengambil alih tanggung jawab atas proyek ini. Whoosh, baginya, adalah simbol kerja sama ekonomi Indonesia dengan China, khususnya dalam penguasaan teknologi.

“Jadi, sudahlah, saya sudah katakan presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, Kita mampu. Dan kita kuat,” tegasnya.

Mengenai sumber dana pembayaran, Prabowo mengungkapkan pemerintah memiliki uang dari hasil penghematan dan pencegahan korupsi.

“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Gak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya, semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua. Terima kasih,” jelasnya.

Sebagai informasi, total investasi proyek KCJB mencapai US$ 7,27 miliar atau sekitar Rp 120,38 triliun. Sebanyak 75% pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga 2% per tahun, dan sisanya ditanggung konsorsium Indonesia-China. Whoosh mulai dibangun pada 2016 dan beroperasi pada 2 Oktober 2023, menghubungkan Jakarta-Bandung dalam waktu tempuh sekitar 36 menit.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia