Sabtu, 4 April 2026

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Penulis : Yurike Metriani
2 Apr 2026 | 17:42 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) usai mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu, 1 April 2026. (Kemenko Perekonomin)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) usai mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu, 1 April 2026. (Kemenko Perekonomin)

SEOUL, investor.id - Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menandai babak baru dalam penguatan hubungan ekonomi kedua negara, dengan fokus utama pada peningkatan investasi. Dalam rangkaian agenda tersebut, tercapai kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dengan total nilai sebesar US$ 10,2 miliar atau setara Rp 173 triliun. Nilai komitmen tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor serta membuka peluang besar bagi pengembangan sektor-sektor strategis dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Dalam Keterangan Pers usai mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu (1/4/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa capaian investasi dengan Korea Selatan tersebut melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya ke Jepang, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar US$ 23,6 miliar atau sekitar Rp 401 triliun.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea. Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan ke depan keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest,” ujar Airlangga.

Kerja sama investasi yang terjalin dengan Korea Selatan mencakup berbagai sektor, antara lain sektor energi dan transisi hijau (green transition), pengembangan tenaga surya (solar power), teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan (renewable energy). Selain itu, kolaborasi juga diperluas pada sektor industri dan manufaktur, termasuk pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Kerja sama tersebut turut mencakup sektor ekonomi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di era transformasi digital.

Advertisement

Di sisi lain, investasi dengan Korea Selatan tersebut juga mencakup sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai, serta penguatan kemitraan bisnis melalui kerja sama antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi komitmen bisnis, khususnya dalam penguatan rantai pasok baterai dan investasi manufaktur berbasis teknologi. Dalam konteks tersebut, keberlanjutan investasi dari POSCO dan minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi juga menjadi bagian penting dalam memperdalam kerja sama kedua negara.

Selanjutnya, untuk kerja sama investasi dengan Jepang mencakup sejumlah sektor yakni meliputi energi dan transisi energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi dengan fokus pada Proyek Masela, serta penguatan sektor industri dan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah domestik.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada sektor keuangan dan inklusi finansial melalui sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian, serta diperkuat melalui investasi kelembagaan yang melibatkan Japan External Trade Organization (JETRO) dan Kadin Indonesia dalam mendorong kemitraan bisnis. Sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus pengembangan sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

”Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun,” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga juga menekankan keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui berbagai langkah percepatan penyelesaian kendala (debottlenecking) yang dihadapi pelaku usaha. Upaya tersebut dilakukan secara sistematis guna memastikan setiap hambatan investasi dapat ditangani secara efektif, sehingga proses realisasi proyek dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kepastian bagi investor.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 3 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 7 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 11 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 37 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 40 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 49 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia