Sabtu, 4 April 2026

Kawasan Industri Tematik Diarahkan Naik Kelas Jadi PSN atau KEK

Penulis : Prisma Ardianto
1 Jan 2026 | 20:49 WIB
BAGIKAN
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Dok. Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Dok. Kemenperin)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pengembangan kawasan industri agar selaras dengan kebijakan strategis nasional jangka panjang. Kawasan industri tematik akan diarahkan untuk naik kelas menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan kawasan ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus berorientasi pada kebutuhan negara.

“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut, agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” ujar Menperin dalam keterangan resmi, Kamis (1/1/2026).

Agus menjelaskan, Kemenperin akan selektif menilai setiap usulan pengembangan berdasarkan kesesuaiannya dengan prioritas pemerintah, terutama pada sektor energi dan pangan.

Advertisement

“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kita. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan kawasan industri diarahkan untuk mendukung Asta Cita kelima, yakni mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata melalui kemandirian sektor kesehatan.

“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan, atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kita kembangkan ke depan, akan kita arahkan juga ke sana,” tegas Agus.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin tengah mengkaji proposal pembangunan kawasan industri tematik "Biotown". Kawasan ini dirancang khusus sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan berbasis sumber daya lokal.

“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan. Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kita sendiri,” ungkapnya.

Menperin menilai model tematik seperti Biotown merupakan standar ideal masa depan. Model ini tidak hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga selaras dengan visi presiden dalam memperkuat kemandirian nasional.

“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan kita dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkas Agus.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 10 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 23 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 23 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 47 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia