Investasi KEK Tembus Rp 336 Triliun hingga 2025
JAKARTA, investor.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) semakin mengukuhkan perannya sebagai pilar strategis dalam mendongkrak investasi dan penciptaan lapangan kerja nasional. Sejak dibentuk pada 2012, 25 KEK yang tersebar di Indonesia telah membukukan total investasi akumulatif sebesar Rp 336 triliun dan menyerap 249 ribu tenaga kerja.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengungkapkan bahwa persebaran 25 KEK saat ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pariwisata, kesehatan, hingga teknologi.
“Jadi itulah KEK-KEK yang ada di Indonesia saat ini. 25 KEK, dan perkembangannya ini juga menunjukkan tren yang meningkat, khususnya di sektor investasi,” ujar Rizal dalam Media Gathering di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Tahun 2025 menjadi periode yang impresif bagi pengembangan KEK. Sepanjang tahun tersebut, realisasi investasi menyentuh angka Rp 82,6 triliun atau mencapai 98% dari target. Di saat yang sama, kawasan ini berhasil menyerap 88.591 tenaga kerja baru.
“Pencapaian ini menunjukkan KEK terus berkembang sebagai instrumen penting untuk mendorong peningkatan investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja di tanah air,” jelas Rizal.
Saat ini, tercatat sebanyak 407 badan usaha dan pelaku usaha telah beroperasi di dalam 25 KEK yang terdiri dari:
- 13 KEK Industri
- 6 KEK Pariwisata
- 2 KEK Kesehatan
- 2 KEK Pendidikan dan Teknologi
- 1 KEK Digital
- 1 KEK Jasa Lainnya (Perawatan Pesawat)
Rizal menuturkan, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat investasi dan inovasi yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing ekspor, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Ke depan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, KEK diproyeksikan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga:
Beda Taji Emiten Kawasan Industri“Melalui pengembangan KEK, pemerintah menargetkan peningkatan investasi dan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, seiring upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, pemerintah optimis KEK akan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendukung pengembangan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap kebijakan dan fasilitas yang diberikan benar-benar menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi perekonomian nasional,” pungkas dia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






