Minggu, 21 Juni 2026

Investasi KEK Tembus Rp 336 Triliun hingga 2025

Penulis : Akmalal Hamdhi
12 Mar 2026 | 20:12 WIB
BAGIKAN
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang saat memaparkan perkembangan KEK di Indonesia pada Kamis (12/3/2025) di di Jakarta. (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang saat memaparkan perkembangan KEK di Indonesia pada Kamis (12/3/2025) di di Jakarta. (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) semakin mengukuhkan perannya sebagai pilar strategis dalam mendongkrak investasi dan penciptaan lapangan kerja nasional. Sejak dibentuk pada 2012, 25 KEK yang tersebar di Indonesia telah membukukan total investasi akumulatif sebesar Rp 336 triliun dan menyerap 249 ribu tenaga kerja.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengungkapkan bahwa persebaran 25 KEK saat ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pariwisata, kesehatan, hingga teknologi.

“Jadi itulah KEK-KEK yang ada di Indonesia saat ini. 25 KEK, dan perkembangannya ini juga menunjukkan tren yang meningkat, khususnya di sektor investasi,” ujar Rizal dalam Media Gathering di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

ADVERTISEMENT

Tahun 2025 menjadi periode yang impresif bagi pengembangan KEK. Sepanjang tahun tersebut, realisasi investasi menyentuh angka Rp 82,6 triliun atau mencapai 98% dari target. Di saat yang sama, kawasan ini berhasil menyerap 88.591 tenaga kerja baru.

“Pencapaian ini menunjukkan KEK terus berkembang sebagai instrumen penting untuk mendorong peningkatan investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja di tanah air,” jelas Rizal.

Saat ini, tercatat sebanyak 407 badan usaha dan pelaku usaha telah beroperasi di dalam 25 KEK yang terdiri dari:

  • 13 KEK Industri
  • 6 KEK Pariwisata
  • 2 KEK Kesehatan
  • 2 KEK Pendidikan dan Teknologi
  • 1 KEK Digital
  • 1 KEK Jasa Lainnya (Perawatan Pesawat)

Rizal menuturkan, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat investasi dan inovasi yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing ekspor, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Ke depan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, KEK diproyeksikan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Melalui pengembangan KEK, pemerintah menargetkan peningkatan investasi dan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, seiring upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, pemerintah optimis KEK akan terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendukung pengembangan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

“Komitmen kami adalah memastikan setiap kebijakan dan fasilitas yang diberikan benar-benar menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi perekonomian nasional,” pungkas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia