Perkuat Ketahanan Pangan, Berdayakan Petani Perempuan
JAKARTA, investor.id–Pemberdayaan petani perempuan melalui wadah atau komunitas yang tepat akan membantu penguatan ketahanan pangan nasional. Mereka dapat dilibatkan di hulu-hilir pertanian, dari pemilihan benih, budi daya, panen, sampai pengolahan hasil panen.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan, bila petani perempuan memperoleh akses setara dan lebih luas ke teknologi dan sumber daya pertanian, hasil panen bisa naik 30%.
Di 2025, jumlah petani perempuan di Indonesia tercatat 4,2 juta orang. Mereka berperan penting di sektor pertanian dan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Petani perempuan berperan aktif di hulu hingga hilir pertanian, mulai dari pemilihan benih, budi daya, panen, hingga mengolah hasil panen.
Sayangnya, hanya 10-20% yang memiliki akses terbatas ke input pertanian, teknologi, keuangan, pengetahuan, dan pasar, hal ini tentu berdampak terhadap tingkat produktivitas. FAO memperkirakan, hasil panen dapat meningkat hingga 30% jika petani perempuan memperoleh akses setara ke teknologi dan sumber daya, sebuah angka yang signifikan dalam menunjang program ketahanan pangan pemerintah.
Sejumlah literatur menyebutkan, apresiasi terhadap petani perempuan dalam hal upah juga masih perlu diperjuangkan. Di beberapa daerah masih ada kesenjangan upah petani perempuan dan petani laki-laki. Buruh tani perempuan cenderung dibayar lebih murah ketimbang buruh tani laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama.
Kesenjangan tersebut tentu akan memengaruhi tingkat kesejahteraan para petani perempuan. Karena itulah, perlu upaya bersama dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan antara pemerintah, swasta, dan komunitas untuk memberdayakan para petani perempuan.
Mengingat pentingnya pemberdayaan petani perempuan dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan Indonesia, Syngenta Indonesia meluncurkan komunitas Putri (Perempuan Tani Syngenta Raih Impian) Petani Maju. Syngenta, sebagai pemimpin dunia dalam inovasi pertanian, berupaya meningkatkan kesejahteraan petani kecil dan memimpin jalan menuju pertanian yang inklusif.
Melalui Putri Petani Maju, Syngenta berkomitmen mendukung pemberdayaan petani perempuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem pertanian di Indonesia yang akan membawa perubahan besar dalam swasembada serta ketahanan pangan nasional.
Katalis Transformasi
Syngenta Indonesia mendukung pemberdayaan petani perempuan dengan meluncurkan komunitas petani perempuan Putri Petani Maju pada 10 Februari 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan, Putri Petani Maju hadir sebagai wadah pemberdayaan yang akan menjadi katalisator transformasi sektor pertanian Indonesia.
Komunitas ini menekankan peran strategis perempuan yang tangguh, konsisten, dan berdampak dalam pertanian. |”Ketika kita melatih satu perempuan, kita memberdayakan satu keluarga. Ketika kita memberdayakan Putri Petani Maju, kita memberdayakan satu bangsa Indonesia,” ujar Eryanto dalam keterangan yang dikutip Selasa (24/02/2026).
Peluncuran Putri Petani Maju dihadiri oleh 450 petani perempuan, pejabat pemerintah setempat, jajaran manajemen Syngenta Indonesia, dan Presiden Syngenta Crop Protection Steve Hawkins beserta para pemimpin Syngenta Regional. Peluncuran komunitas itu ditandai pembacaan deklarasi oleh tiga perwakilan petani perempuan dan prosesi gejog lesung yang melambangkan gotong royong, kebersamaan, kerja keras, kesabaran, dan harapan akan kehidupan berkelanjutan, nilai-nilai yang menjadi fondasi Putri Petani Maju.
“Komunitas ini akan menjadi payung bagi semua hal yang berkaitan dengan pahlawan perempuan yang mengabdi di bidang pertanian dan menghidupkan visi petani maju,” tutur Eryanto. Momentum peluncuran Putri Petani Maju bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan (International Year of the Woman Farmer/IYWF) oleh FAO yang menegaskan pengakuan global terhadap peran vital perempuan dalam pertanian, ketahanan pangan, dan gizi.
Hadirnya komunitas Putri Petani Maju mendapat sambutan hangat dari petani perempuan. “Kami mengapresiasi upaya Syngenta dalam memberdayakan petani perempuan. Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga bangsa,” ujar Annisa, perwakilan petani perempuan yang hadir saat peluncuran Putri Petani Maju.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima
Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.Tag Terpopuler
Terpopuler






