LPDP Siapkan Talent Pool Nasional Untuk Akomodasi Kebutuhan Industri
JAKARTA, investor.id - Pemerintah, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan membangun basis data kandidat (talent pool) nasional yang terintegrasi untuk menghubungkan lulusan, riset, dan kebutuhan industri secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dan industri.
Dengan adanya ekosistem talent pool, diharapkan akan ada satu sumber data yang berisi tentang ketersediaan tenaga kerja. Nantinya, industri tinggal melihat data dan merekrut tenaga kerja yang dibutuhkan.
“Informasinya menjadi satu sehingga industri yang membutuhkan tinggal melihat database talent pool di situ. Artinya mengoptimalisasi lulusan-lulusan dari yang dapat database untuk benar-benar nanti bisa diserap oleh industri,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu (25/2/2026) malam.
Oleh karena itu, LPDP menyesuaikan pembiayaan beasiswa yang diarahkan untuk universitas dan jurusan agar selaras dengan kebutuhan tenaga kerja dari delapan industri strategis nasional. Adapun delapan industri strategis tersebut adalah energi, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi, kesehatan, pangan, maritim, dan material maju.
“Untuk tahun 2026,kami mengubah programnya baik universitas maupun jurusannya menyesuaikan untuk mendukung penyiapan sumber daya manusia di delapan industri strategis plus kewirausahaan,” kata Sudarto.
Sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021, LPDP telah melakukan transformasi kebijakan dari pendekatan yang sebelumnya berfokus pada akses pendidikan menuju pendekatan yang berorientasi pada dampak. LPDP bergeser dari memberikan akses pendidikan menjadi program yang berorientasi dampak. Talenta yang kami didanai harus menggerakkan inovasi dan daya saing Indonesia.
Beasiswa akan difokuskan untuk program studi terkait sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), dan matematika (mathematics) atau disebut STEM.
“Jadi kami memfokuskan jurusan-jurusannya untuk mendukung untuk penyiapan delapan industri strategis. Artinya fokus ke STEM,” tutur Sudarto.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






