Sabtu, 4 April 2026

Wakaf Energi dan Sedekah Energi Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2026 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Dari kiri ke kanan: Direktur Program Mosaic Aldy Permana, Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kemenag Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, dan Ketua YPI Al Azhar Dr. H. Zahrudin Sulthani, M.A. meninjau panel surya yang digunakan di masjid dalam program Sedekah Energi.
Dari kiri ke kanan: Direktur Program Mosaic Aldy Permana, Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Kemenag Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag, dan Ketua YPI Al Azhar Dr. H. Zahrudin Sulthani, M.A. meninjau panel surya yang digunakan di masjid dalam program Sedekah Energi.

CIKARANG, investor.id – Inisiatif filantropi Islam untuk mendukung transisi energi bersih mulai digerakkan melalui sinergi program Wakaf Energi dan Sedekah Energi. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat aksi iklim berbasis umat sekaligus mendorong pencapaian target 100 gigawatt (GW) energi terbarukan di Indonesia.

Inisiatif tersebut diluncurkan dalam acara Gala Iftar bertajuk ‘Nyala Ramadan’ di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Cikarang, Rabu (4/3/2026). Program Wakaf Energi yang digagas Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar disinergikan dengan program Sedekah Energi dari MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) dengan pendekatan ekoteologi, yakni konsep yang memadukan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Melalui pendekatan ini, masjid didorong tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan aksi nyata dalam penggunaan energi bersih, khususnya melalui pemanfaatan panel surya.

Advertisement

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai peran rumah ibadah penting dalam mendukung agenda energi bersih nasional.

“Wakaf energi mengingatkan teladan sahabat Nabi SAW, Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur dan kebun kurma. Dulu wakaf untuk kedaulatan air, sekarang kita berikhtiar menuju kedaulatan energi. Program ini mengubah sinar matahari menjadi energi bersih untuk menghidupkan masjid dan fasilitas sosial,” ujar Nasaruddin dalam keterangan pers, Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, pemanfaatan energi surya melalui skema wakaf dapat menjadi aset produktif yang hasilnya dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung dakwah, pendidikan, serta layanan sosial masyarakat.

Sejalan dengan itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memperluas kampanye sedekah energi.

“Sedekah energi perlu disosialisasikan kepada para muzakki, wakif, dan dermawan. Hari ini sedekah tidak hanya dalam bentuk bangunan, tetapi juga energi. Kuncinya adalah kolaborasi, dan masjid menjadi simbol kekuatan sinergi masyarakat,” jelasnya.

Proyek Solarisasi Masjid

Sebelumnya, program Sedekah Energi yang diinisiasi MOSAIC telah menggerakkan lebih dari 21.000 donatur untuk mendanai proyek solarisasi di enam masjid di Indonesia. Program tersebut menghasilkan kapasitas listrik sebesar 23.525 watt peak (WP) dari panel surya yang terpasang.

Selain itu, puluhan anggota komunitas masjid juga telah dilatih untuk mengelola teknologi panel surya atap secara mandiri.

Direktur Program MOSAIC Aldy Permana menilai integrasi dengan program Wakaf Energi akan memperkuat model pembiayaan hijau berbasis umat.

“Apa yang telah kami rintis lewat Sedekah Energi menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu iklim. Dengan integrasi bersama Wakaf Energi, kami ingin menciptakan model pembiayaan hijau berbasis umat yang lebih besar, transparan, dan dapat direplikasi secara masif di Indonesia,” ujar Aldy.

Sementara itu, Pengurus YPI Al Azhar Zahrudin Sulthani menegaskan pemanfaatan energi matahari sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

“Dalam Islam bahkan dianjurkan menggali energi untuk kemanfaatan manusia. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk memanfaatkan energi matahari, termasuk melalui solarisasi masjid agar lebih hemat energi listrik,” katanya.

Sebagai langkah awal, Masjid Nurul Iman di Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir pada akhir tahun lalu, akan menjadi lokasi pilot project pertama dari sinergi Wakaf Energi dan Sedekah Energi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 1 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 2 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 2 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 3 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia