Sabtu, 4 April 2026

Indonesia-Korsel Sepakati Kerja Sana Energi Nuklir hingga ESS

Penulis : Prisma Ardianto
1 Apr 2026 | 15:44 WIB
BAGIKAN
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia (kiri) dan Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sungwhan (kanan) dalam seremoni penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di Blue House, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (1/4) pagi waktu setempat. (Sumber: BPMI Setpres via Kementerian ESDM)
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia (kiri) dan Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sungwhan (kanan) dalam seremoni penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di Blue House, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (1/4) pagi waktu setempat. (Sumber: BPMI Setpres via Kementerian ESDM)

SEOUL, investor.id – Di tengah gejolak geopolitik global, Indonesia resmi mempererat kemitraan strategis dengan Korea Selatan melalui kesepakatan kerja sama energi terbarukan hingga infrastruktur seperti sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS). Langkah ini diambil guna memperkuat fondasi kedaulatan serta kemandirian energi nasional di tengah fluktuasi harga energi fosil dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sungwhan menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tersebut di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

“MSP ini penting sebagai fondasi bagi kedua belah pihak dalam mendorong transisi energi, khususnya energi bersih sesuai kemampuan negaranya masing-masing. (Energi terbarukan) ini bagus buat kita ke depan. Jangan sampai ditunda lagi pemanfaatannya,” ujar Bahlil usai pengumuman kesepakatan, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu.

Advertisement

Kerangka kerja sama ini mencakup pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari energi surya, angin, dan panas bumi, hingga teknologi masa depan seperti nuklir dan hidrogen. Fokus utama lainnya mencakup penguatan sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS), efisiensi energi, bioenergi, serta pengolahan limbah menjadi energi.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung turut didorong, termasuk jaringan listrik pintar, stasiun pengisian kendaraan listrik, dan industri baterai dari hulu hingga daur ulang. Bahlil menekankan bahwa hubungan panjang kedua negara menjadi modal kuat untuk saling melengkapi potensi energi masing-masing.

“Korea ini kan sahabat lama Indonesia. Jadi kita sama-sama tahu kelebihan dan potensi energi masing-masing. Kalau saling melengkapi bisa memperkuat kemandirian energi sesuai arahan Bapak Presiden,” jelasnya.

Selain itu, kerja sama ini menyasar sistem energi terpadu untuk wilayah terpencil. "Termasuk juga dukungan bagi sistem energi terpadu di pulau-pulau mandiri energi supaya manfaat energi bersih bisa dirasakan lebih luas, termasuk di wilayah terpencil," tambah Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya hubungan bilateral RI-Korsel di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, kedua negara memiliki keunggulan komplementer yang saling menguntungkan.

“Korea Selatan memiliki kemampuan industrial dan teknologi yang luar biasa, sementara Indonesia mempunyai sumber daya yang melimpah dan pasar yang besar,” ujar Presiden Prabowo.

Senada dengan itu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyebut Indonesia sebagai mitra terpercaya dan sumber energi kunci, terutama untuk LNG dan batu bara. Ia juga mencatat bahwa Indonesia merupakan tujuan investasi luar negeri pertama bagi perusahaan Korea, salah satunya dibuktikan dengan beroperasinya pabrik baterai kendaraan listrik Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang sejak Juli 2024.

Proyek HLI tahap pertama senilai US$ 1,1 miliar tersebut mampu memproduksi baterai sebesar 10 GWh per tahun, yang cukup untuk menggerakkan sekitar 150.000 kendaraan listrik.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 9 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 35 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 38 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia