Minggu, 21 Juni 2026

Pemerintah Mulai Bangun Rumah Murah di Lahan Lippo Group

Penulis : Eka Jaya Saputra
8 Mar 2026 | 23:42 WIB
BAGIKAN
Penyerahan lahan hunian oleh Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady kepada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada kunjungan Program 3 Juta Rumah di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)
Penyerahan lahan hunian oleh Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady kepada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada kunjungan Program 3 Juta Rumah di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

BEKASI, investor.id – Proyek pembangunan hunian terjangkau bagi masyarakat alias rumah murah di lahan hibah dari Lippo Group yang ada di Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi segera dimulai. Proyek ini ditargetkan mampu menyediakan puluhan ribu unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Satgas Perumahan Rakyat Hashim Djojohadikusumo menyebut penyerahan lahan seluas lebih dari 30 hektare kepada pemerintah untuk program perumahan rakyat merupakan langkah bersejarah dalam upaya mengatasi kekurangan hunian di Indonesia. 

“Ini suatu hal yang luar biasa. Lahan yang sangat luas diserahkan kepada negara untuk membangun hunian yang nantinya akan dimiliki rakyat kita yang tergolong miskin dan belum mampu memiliki rumah,” kata Hashim usai meninjau lokasi pembangunan, Minggu (8/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Hashim, kawasan tersebut berpotensi menyediakan hingga 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau. Menurutnya, proyek ini memiliki dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga pusat perdagangan.

Hashim menambahkan, kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat besar. Saat ini diperkirakan terdapat antrean antara 9 juta hingga 15 juta keluarga yang menunggu akses rumah baru dengan harga terjangkau.

Selain itu, sekitar 27 juta keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni yang tidak memiliki akses memadai terhadap air bersih maupun listrik.

“Memang ini tantangan besar, tetapi sekaligus menjadi kesempatan bagi kita untuk mempercepat pembangunan perumahan rakyat,” ujarnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia