Perbaiki Tata Kelola Industri Farmasi, Menkes Minta Rumah Sakit Transparan Soal Harga Obat
JAKARTA, investor.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong transparansi harga obat di seluruh rumah sakit di Indonesia. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya memperbaiki tata kelola industri farmasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Budi menyampaikan hal itu saat ditemui di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026).
Baca Juga:
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah TerpencilIa mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah regulasi baru setelah Lebaran untuk memastikan sistem harga obat, alat kesehatan, serta layanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih transparan dan terjangkau.
Menurut Budi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti harga obat di Indonesia yang dinilai masih lebih mahal dibandingkan di negara lain, termasuk Malaysia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan banyak masyarakat memilih berobat ke luar negeri.
“Pak Presiden menyampaikan bahwa harga obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan di Malaysia. Ini yang akan kita benahi. Setelah Lebaran kami akan mengeluarkan regulasi untuk memastikan sistem harga obat, alat kesehatan, dan layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih baik,” ujar Budi.
Salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah membuka informasi harga obat dan layanan kesehatan secara luas kepada publik. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui dan membandingkan harga obat di berbagai rumah sakit maupun apotek.
“Transparansi harga harus terjadi. Jadi kita tahu harga obat di rumah sakit A berapa, rumah sakit B berapa, apotek A berapa, bahkan dibandingkan dengan Malaysia berapa. Dengan begitu masyarakat bisa memilih layanan yang sesuai dengan harga dan kualitas yang mereka butuhkan,” kata Budi.
Ia menambahkan, konsep transparansi tersebut nantinya akan menyerupai sistem label harga pada barang konsumsi. Informasi harga layanan kesehatan akan ditampilkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan perbandingan.
Budi berharap kebijakan ini dapat memicu persaingan sehat antar fasilitas kesehatan sehingga harga obat dan layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau.
“Dengan transparansi, masyarakat bisa membandingkan. Harapannya akan terjadi kompetisi yang sehat sehingga harga bisa turun,” pungkasnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






