Minggu, 21 Juni 2026

Perbaiki Tata Kelola Industri Farmasi, Menkes Minta Rumah Sakit Transparan Soal Harga Obat

Penulis : Reza Hery Pamungkas
16 Mar 2026 | 14:17 WIB
BAGIKAN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026).

JAKARTA, investor.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong transparansi harga obat di seluruh rumah sakit di Indonesia. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya memperbaiki tata kelola industri farmasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Budi menyampaikan hal itu saat ditemui di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026). 

Ia mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah regulasi baru setelah Lebaran untuk memastikan sistem harga obat, alat kesehatan, serta layanan kesehatan di Indonesia menjadi lebih transparan dan terjangkau.

ADVERTISEMENT

Menurut Budi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti harga obat di Indonesia yang dinilai masih lebih mahal dibandingkan di negara lain, termasuk Malaysia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan banyak masyarakat memilih berobat ke luar negeri.

“Pak Presiden menyampaikan bahwa harga obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan di Malaysia. Ini yang akan kita benahi. Setelah Lebaran kami akan mengeluarkan regulasi untuk memastikan sistem harga obat, alat kesehatan, dan layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih baik,” ujar Budi. 

Salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah membuka informasi harga obat dan layanan kesehatan secara luas kepada publik. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui dan membandingkan harga obat di berbagai rumah sakit maupun apotek.

“Transparansi harga harus terjadi. Jadi kita tahu harga obat di rumah sakit A berapa, rumah sakit B berapa, apotek A berapa, bahkan dibandingkan dengan Malaysia berapa. Dengan begitu masyarakat bisa memilih layanan yang sesuai dengan harga dan kualitas yang mereka butuhkan,” kata Budi.

Ia menambahkan, konsep transparansi tersebut nantinya akan menyerupai sistem label harga pada barang konsumsi. Informasi harga layanan kesehatan akan ditampilkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan perbandingan. 

Budi berharap kebijakan ini dapat memicu persaingan sehat antar fasilitas kesehatan sehingga harga obat dan layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau.

“Dengan transparansi, masyarakat bisa membandingkan. Harapannya akan terjadi kompetisi yang sehat sehingga harga bisa turun,” pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia