Minggu, 21 Juni 2026

Bahlil Pacu Hilirisasi dan Swasembada Energi Usai Bertemu Prabowo

Penulis : Bambang Ismoyo
26 Mar 2026 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mempercepat program hilirisasi dan penguatan ketahanan energi demi mendorong kemandirian nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan strategi ini merupakan langkah optimalisasi nilai tambah sumber daya alam sekaligus upaya menekan ketergantungan pada impor energi.

Usai melangsungkan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (25/3/2026), Bahlil melaporkan bahwa dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian besar telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking). Sementara itu, proyek yang tersisa dijadwalkan akan segera menyusul mulai bulan depan.

Selain fokus pada hilirisasi mineral, Presiden Prabowo menginstruksikan pengoptimalan seluruh potensi energi domestik untuk memperkuat swasembada. Fokus utama diarahkan pada pengembangan etanol dan biodiesel berbasis minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

ADVERTISEMENT

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO,” ungkap Bahlil dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga memaparkan kondisi terkini harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel. Hingga saat ini, pemerintah belum mengubah kebijakan pengelolaan kedua komoditas tersebut sembari terus memantau dinamika pasar global yang fluktuatif.

Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang untuk relaksasi produksi batu bara dan nikel secara terukur. Bahlil menekankan bahwa kebijakan relaksasi tidak boleh memicu kelebihan pasokan (oversupply) yang berisiko menekan harga komoditas nasional di pasar internasional.

“Yang namanya relaksasi terukur, terbatas dan tetap menjaga supply dan demand dan harga,” pungkas Bahlil.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 27 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia