Minggu, 21 Juni 2026

Kompor dan Kendaraan Listrik Jadi Alternatif Perkuat Ketahanan Energi

Penulis : Happy Amanda Amalia
30 Mar 2026 | 17:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi - Memasak menggunakan kompor listrik. (Freepik)
Ilustrasi - Memasak menggunakan kompor listrik. (Freepik)

JAKARTA, investor.id — Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik dapat menjadi alternatif strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut Komaidi, elektrifikasi pada sektor rumah tangga dan transportasi berpotensi menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini masih mendominasi bauran energi nasional.

“Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap BBM, yang dalam bauran energi nasional masih sekitar 30%, sehingga rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Komaidi menjelaskan, kompor listrik menjadi salah satu opsi yang relevan karena sumber listrik tidak sepenuhnya bergantung pada minyak dan gas (migas). Indonesia, kata dia, masih memiliki cadangan energi domestik lain seperti batu bara dengan ketersediaan relatif besar.

Selain itu, listrik juga dapat diproduksi dari berbagai sumber energi, mulai dari batu bara, gas, tenaga air, hingga panas bumi. Fleksibilitas ini dinilai menjadi keunggulan utama kompor listrik dalam mendukung diversifikasi energi di sektor rumah tangga.

Di sektor transportasi, Komaidi menilai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) memiliki peran signifikan dalam menekan konsumsi BBM nasional. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 532 juta barel per tahun, dengan sektor transportasi menyumbang sekitar 52% dari total konsumsi tersebut.

“Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi energi,” kata dia.

Lebih lanjut, Komaidi mengapresiasi berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan elektrifikasi, seperti pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.

“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan sosialisasi yang masif, kompor listrik dan kendaraan listrik berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat ketahanan energi nasional,” imbuhnya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia