Minggu, 21 Juni 2026

Ekspor Nonmigas Indonesia ke AS Capai US$ 2,49 Miliar, Tumbuh 5,97% per Februari 2026

Penulis : Windarto
1 Apr 2026 | 21:47 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode kuartal IV-2025 di Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti saat melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode kuartal IV-2025 di Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 tumbuh 5,97% secara tahunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hasil positif ini terutama disokong oleh ekspor kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya memberi kontribusi hingga 15,87% atas total komoditas ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat yang sebesar US$2,49 miliar. 

“Pada Februari 2026, ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencatat kinerja yang baik ditengah berbagai tantangan global. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya yang meningkat 8,88% secara tahunan,” ungkap Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT
Ekspor Nonmigas Indonesia ke AS Capai US$ 2,49 Miliar, Tumbuh 5,97% per Februari 2026
Neraca perdagangan nonmigas

Lebih lanjut, ia menyoroti meningkatnya permintaan terhadap produk berbasis energi terbarukan, khususnya sel surya (photovoltaic cells). Produk ini mencakup baik sel yang telah dirakit menjadi modul atau panel, maupun yang masih dalam bentuk belum dirakit.

“Ekspor sel surya yang telah dirakit dalam bentuk modul atau panel tumbuh 27,85%, sementara yang belum dirakit meningkat lebih tinggi, yaitu 84,74% secara tahunan,” jelasnya.

Peningkatan ini mencerminkan peluang strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi terbarukan, sekaligus menunjukkan potensi kontribusi Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi dunia.

BPS juga mencatat, neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mengalami surplus US$3,53 miliar pada periode Januari-Februari 2026, tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Beberapa komoditas yang mengalami surplus terbesar diantaranya adalah mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) sebesar US$716,4 juta, alas kaki (HS 64) sebesar US$446,9 miliar, serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) sebesar US$426,4 juta.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia