Minggu, 5 April 2026

Menjaga Insentif EV di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Apr 2026 | 15:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi - Area pengisian daya mobil listrik. (Freepik)
Ilustrasi - Area pengisian daya mobil listrik. (Freepik)

JAKARTA, investor.id — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kembali pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) guna meredam potensi tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menyampaikan bahwa tanpa stimulus lanjutan, Indonesia berisiko kehilangan momentum dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, terutama di segmen kelas menengah.

“Risiko perlambatan ini cukup nyata, khususnya setelah insentif fiskal berakhir pada 2025 yang menyebabkan harga kendaraan listrik menjadi lebih mahal dan daya beli masyarakat menyempit,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data, penjualan kendaraan listrik sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai sekitar 82 ribu unit atau setara 11%–12% dari total pasar otomotif nasional. Capaian tersebut didorong oleh berbagai insentif yang diberikan pemerintah.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran turut mendorong harga minyak dunia jenis Brent bertahan di atas US$100 per barel. Situasi ini dinilai berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rizal menjelaskan, alokasi subsidi energi pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp210 triliun dan sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak. Setiap kenaikan US$1 per barel, kata dia, dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6–7 triliun. Dengan demikian, kenaikan US$10 per barel berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp60–70 triliun.

Oleh karenanya, Indef memandang insentif kendaraan listrik tetap diperlukan, tidak hanya untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka menengah dalam mengurangi tekanan fiskal serta ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Rizal menambahkan, berdasarkan simulasi transisi energi, penggantian 1 juta kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik berpotensi menghemat sekitar 13 juta barel minyak per tahun. Penghematan tersebut dinilai signifikan dan berdampak langsung terhadap keseimbangan energi nasional.

“Keberlanjutan insentif kendaraan listrik akan menjadi faktor penting dalam mendukung transisi energi di sektor transportasi, sekaligus menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global,” katanya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia