Prabowo: Indonesia Segera Produksi Avtur dari Kelapa Sawit dan Minyak Jelantah
MAGELANG, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai kemandirian energi melalui pengolahan bahan bakar pesawat (avtur) berbahan dasar kelapa sawit dan minyak jelantah. Langkah ini menjadi strategi nasional untuk melepaskan ketergantungan pada energi fosil yang kian terbatas.
“Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur,” ujar Prabowo saat meresmikan fasilitas kendaraan listrik VKTR di Magelang, Kamis (9/4/2026).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus mulai melakukan terobosan energi secara mandiri dan masif. “Kita harus tinggalkan energi dari karbon, dari fosil. Kita gunakan hanya untuk yang strategis,” tambahnya.
Langkah hilirisasi energi ini diambil di tengah upaya Pemerintah merespons lonjakan harga avtur global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah telah menyiapkan mitigasi untuk menjaga stabilitas industri maskapai nasional agar harga tiket tetap terjangkau.
Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah menginstruksikan maskapai untuk membatasi kenaikan harga tiket di kisaran 9% hingga 13%. Kebijakan ini didukung oleh pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) serta pembebasan bea masuk komponen pesawat sebesar 0%.
“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13%,” jelas Airlangga di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Melalui skema PPN DTP, beban pajak tiket kelas ekonomi dialihkan ke pemerintah. Selain itu, pemerintah memberikan relaksasi kepada PT Pertamina (Persero) terkait mekanisme pembayaran avtur oleh maskapai melalui skema business to business (B2B) yang lebih fleksibel. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat arus kas (cash flow) maskapai penerbangan di tengah fluktuasi harga energi dunia.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menargetkan Indonesia tidak lagi impor avtur mulai tahun 2027. Langkah strategis ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna mengamankan kedaulatan energi sesuai amanat Pasal 33 ayat 2 UUD 1945.
“Untuk solar tahun ini alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto), maka mulai sekarang kita bicara ini Pak, tidak ada lagi impor solar untuk insyaallah ke depan... Termasuk avtur Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 insyaallah tidak lagi kita melakukan impor,” ungkap Bahlil di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






