Motor Bensin untuk Ekspor, Warga RI Pakai Molis
JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) industri otomotif nasional yang mengarahkan penggunaan sepeda motor listrik (molis) untuk pasar domestik. Sementara itu, sepeda motor berbasis bahan bakar minyak (BBM) atau konvensional akan tetap diproduksi namun difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa regulasi baru sedang digodok untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri. Pemerintah mendorong produsen otomotif untuk segera meningkatkan kapasitas produksi motor listrik guna memenuhi kebutuhan konsumen lokal.
“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor listrik yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” ujar Agus di Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Kamis (9/4/2026).
Meskipun domestik diarahkan ke elektrifikasi, Menperin menegaskan bahwa produksi motor konvensional tidak akan dihentikan. Produksi tersebut akan dialihkan untuk menyasar pasar nontradisional di luar negeri yang masih memiliki permintaan tinggi terhadap kendaraan berbasis karbon.
“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kita arahkan untuk produk ekspor, baik itu ke negara-negara lain, khususnya di negara-negara mungkin Afrika maupun Middle East maupun Amerika Selatan,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional sekaligus memaksa pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi hijau. Agus merujuk pada keberhasilan China yang telah mengonversi pasar motor domestiknya sepenuhnya ke listrik.
“Jadi tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional karena itu nanti kita arahkan untuk ekspor, tapi sudah harus dimulai pembuatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik. Karena semua nanti kita sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” urai Agus.
Langkah konversi ini selaras dengan arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Menperin menekankan bahwa transisi ke energi listrik adalah pilihan mutlak bagi ketahanan energi nasional.
“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.
Terkait insentif untuk menarik minat masyarakat beralih ke motor listrik, Kemenperin mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Namun, besaran nilai insentif tersebut hingga kini masih dalam tahap pematangan. “Masih dibicarakan,” pungkas Agus.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






